Singapura, Dream Cruise Line Menjelang umurnya tiga puluh empat tahun, Jelita akhirnya akan melepas masa lajang. Miris memang tapi masih lumayanlah dari pada jadi perawan tua. Sama sekali tidak mempermasalahkan umurnya saat ini karena dia lebih dari bersyukur dijodohkan dengan lelaki dambaannya meski perjalanan mereka untuk sampai ke titik ini tidak mudah. Penuh lika-liku, penuh drama air mata, drama kolosal juga cobaan. Tidak kurang dari dua puluh empat jam, statusnya akan berubah selamanya. Hidupnya bukan lagi tentang dirinya sendiri tapi mengabdi untuk suaminya seperti pejuang wanita yang mengharapkan kemerdekaan. Saat ini Jelita sedang dilanda gugup dan untuk menetralkannya dia mencoba menenangkan diri sejak setengah jam yang lalu sebelum nanti dirinya akan dirias menjadi mante

