Seminggu kemudian, “Tidak bisa dipercaya.” Tama menunduk sesaat seraya tersenyum saat menemukan tatapan terperangah Bianca juga Dustin saat dia datang untuk bertemu dengan Jelita setelah menyelesaikan beberapa pekerjaannya di rumah sakit. Jelita sendiri sedang bermain dengan triplet di halaman belakang rumah. “Aku shock bahkan hampir sesak napas saat Kak Jelita bilang kalau dia akan menikah dengamu,dok.” Bianca menempelkan telapak tangannya di wajah, nampak terpesona. “Gak nyangka banget kalau dokter Tama yang bakalan beneran jadi kakak iparku.” “Begitulah. Senang bisa menjadi keluarga baru kalian.” “Luar biasa Jelita Maharani,” decak Dustin. “Aku tidak tahu apa yang sudah kakakku perbuat sampai dokter Tama mau menikahinya tapi—“ Dustin mengulurkan tangan. “Selamat datang di keluarga

