MENCARI BUKTI Setelah selesai mengajar beberapa kelas hari ini, Chandra pergi ke percetakan. Dia memang lebih sering datang di sore hari ketika staf lain mulai meninggalkan kantor. Hanya di minggu pertama saja dia datang secara rutin untuk melakukan wawancara dan pengamatan secara langsung terhadap semua kegiatan yang berlangsung di percetakan. Saat sedang menaiki tangga menuju lantai tiga, auditor itu berpapasan dengan Fahmi–paman sekaligus direktur percetakan tersebut. Tidak mungkin dia memutar arah, terpaksa bertegur sapa walaupun hubungan antara mereka kurang begitu akrab. “Apa kabar, Om?” sapanya sambil menganggukkan kepala. “Baik. Bagaimana proses auditnya, apa ada kendala?” tanya Fahmi berbasa-basi. Sebetulnya, dia merasa ada yang aneh dengan proses audit yang dilakukan secara m

