Bina tidak bodoh, sangat tidak bodoh dan masih memiliki kewarasan yang cukup tinggi. Dirinya masih bisa berpikir untuk lebih mementingkan perasaannya dari pada harus pergi ke rumah Doyi dan membantu keluarganya membuat hantaran untuk acara pernikahan Doyi dan Riyah esok hari. Bisa-bisa selama di sana Bina jadi berhalu ria jika hantaran yang dibuatnya ini akan ia pakai untuk pernikahannnya dengan Doyi, padahal Doyi akan menikah dengan Riyah. Ah, Bina tidak segila itu. Haekal pun sama-sama memiliki cara pandang yang tidak jauh berbeda dengan Bina. Haekal juga tidak mungkin akan membiarkan Bina begitu saja ikut dengan Doyi, selain dirinya ingin Bina tetap waras, lebih baik dirinya berduaan saja dengan Bina daripada pergi ke rumah Doyi. Dengan sigap, ketika Doyi tidak sengaja menawarkan Bina

