Ada keheningan yang menyelimuti mereka di balik riuhnya suara kendaraan bermotor yang berlalu lalang. Mereka saling diam. Rencana Bina untuk menceritakan tentang mimpi yang dialami Doyi pun tidak jadi ia lanjutkan. Suasana seperti ini sebenarnya sangat Bina benci, ketika ia dan sahabatanya itu sudah kehilangan bahan untuk diobrolkan. Padahal dahulu, tidak ada sedetik pun mereka sanggup diam-diaman seperti ini. Hari ini memang agak berbeda dengan hari-hari sebelumnya, dimana pikirna dan hati Bina sudah pernah terpecah belah hanya karena laki-laki bernama Doyi. Mungkin hal tersebut lah yang juga membuatnya jadi asyik diam di samping Haekal. Semakin lama, semakin sore saja, dan juga semakin ramai jalanan karena orang-orang yang pulang dari kerjanya. Pedagang juga semakin banyak berhenti di

