Haekal memang sudah ada di dapur dan kupingnya ia sumbat dengan earphone yang menyala-nyala lagu cukup keras hingga ia tidak bisa mendengar apa-apa dari sekitarnya. Tetapi, sejak tadi, ia tetap mengamati Bina dan Doyi yang ia suruh untuk mengobrol apapun untuk menyelesaikan barangkali masih ada permasalahan diantara keduanya. Tetapi, sedari tadi mereka malah diam saja. yang Haekal lihat, tidak ada dari keduanya yang membuka mulut untuk mengobrol. Karena sudah tidak sabar, akhirnya Haekal berdiri dari duduknya dan berjalan menuju mereka berdua. Haekal melepas dua earphone yang menyumbat telinganya. “Gimana sih, Bin, Doy! Kan gue suruh kalian berdua buat ngobrol. Tapi kok malalah diem-dieman?” tanya Haekal dengan ekspresi agak kesal. Dirinya kemudian duduk di samping Bina. “Udah nggak ada

