Haekal beringsut pindah ke sofa yang lain. Sedangkan Bina sudah malas menanggapi. Ia juga mengeluarkan ponselnya dan bermain permainan menyamakan tiga kubus dengan warna yang sama. “Bin, hape gue disita sama Doyi.” Haekal mengadu pada Bina, tetapi tidak ditanggapi oleh perempuan itu. “Binaaaa!” Haekal mengadu seperti anak kecil. Ia sampai mengganggu Bina bermain game di ponselnya. “Aapasih, Kal!” “Noh!” Haekal menunjuk Doyi. “Si Doyi sita haep gue!” “Bukan urusan gue!” Kemudian kekehan keras datang dari Doyi. Ia merasa sangat lucu ketika Haekal mengadu pada Bina. Seperti anak anjing yang meminta bonek kesayangannya. “Enaknya gue apain nih hape Haekal, Bin?” tanya Doyi meminta pendapat Bina. Seketika itu Bina tersadar dan langsung mengingat sesuatu. “Doy, buka hape Haekal. Hapus

