Bina sedang beruntung. Ia sangat bersyukur, perjalanan menaiki motor seorang diri selama hampir dua jam telah berhasil membawanya ke salah satu tepi Pulau Jawa. Perempuan dengan jaket tebal yang dibelikan Doyi beberapa hari yang lalu dan celana kulotnya itu berhenti di sebuah loket. Ia menaikkan kaca helmnya, dan mengambil selembar uang lima puluh ribuan dari dalam tas. "Satu tiket ya, Mas," ucapnya sambil mengulurkan selembar uang tersebut pada petugas loket. Sambil menunggu tiket ia terima, pandangannya sudah beredar ke segala arah. Angin kencang sudah dapat ia rasakan dan deburan ombak sudah terlihat di depan mata. Hanya butuh beberapa ratus meter lagi supaya ia bisa merasakan segarnya air laut Pantai Rumput. "Maaf, Mbak. Nggak ada uang pas aja, ya?" Perkataan itu menyadarkan Bina y

