Doyi hanya bisa memaksakan seulas senyum kala saudara-saudaranya yang berkunjung menggoda dirinya. Ia menatap segala kesibukan yang ada, termasuk para budhe yang sedang merapikan beberapa parcel untuk hantaran. "Cie, yang besok nikah. Deg-degan nggak, Mas?" ucap seorang gadis remaja diikuti dua cowok yang duduk di sebelahnya. "Dugun-dugun banget pasti. Nanti gue videoin deh kalau pas lagi ijab qobul. Pasti keringet dingin, ha ha ha!" Sepupunya itu memang sangat suka menggodanya. Doyi hanya bisa mengembuskan napas samar. Jelas sekali dirinya tidak bisa menikmati satu hari menuju pernikahannya esok hari. Kemudian seorang wanita paruh baya yang tampil modis dengan lukisan pada alisnya menghampiri Doyi. "Hush. Jangan digoda!" Ia meminta jarak agar bisa duduk di samping sang calon pengantin

