“Lalu haruskah aku mulai bergerak untuk mendekati wanita yang membuatku tertarik?” Alis Erlangga menukik tajam. Tatapannya menyelidik begitu mendengar kalimat yang terdengar tidak masuk akal itu terlontar langsung dari bibir pria di hadapannya. “Wanita yang membuatmu tertarik? Siapa?” Bukannya menjawab, Arkana malah mengelus dagu runcingnya dengan tatapan menerawang. “Aku sepertinya memerlukan bantuanmu.” Erlangga berdecih. Sejujurnya ia sudah muak dengan kalimat semacam itu. “Bagaimana jika aku tak ingin membantumu?” “Kau akan membantuku. Harus.” Erlangga berdecak. Pada akhirnya, ia memang tidak memiliki pilihan untuk menolak. “Kali ini apa lagi?” “Carikan aku informasi tentang seseorang!” “Siapa?” “Kalista.” Erlangga tertegun. Nama itu tampaknya familiar untuk didengar. Kalista

