“Masuklah!” Raffa mempersilakan Jelita dengan sopan untuk masuk terlebih dahulu setelah ia membuka kunci tempat tinggalnya. Jelita mengangguk kecil sebagai respons sebelum melangkahkan kakinya ke dalam kontrakan sang pria. Ruangan berukuran 4x3 meter itu ditata cukup baik serta semaksimal mungkin. Sangat cukup untuk orang yang tinggal sendiri. Ada kasur berukuran single ditemani lemari kecil dan peralatan lainnya. Sementara di sudut lain, tersedia meja rendah untuk kompor dan rak piring yang langsung bersebelahan dengan kamar mandi mungil. “Bagaimana? Aku tidak sejorok yang kau pikirkan, kan?” Jelita masih betah memandang berkeliling, memperhatikan setiap detail susunan kamar Raffa yang memang cukup rapi dan bersih untuk ukuran pria. “Lumayan juga.” “Oh ya, kau ingin mandi? Biar kusia

