“Bagiku, pernikahan adalah transaksi untuk mengikat dua orang dalam persetujuan. Bukankah… jual beli juga seperti itu?” Kalista mendengus tak percaya seraya merotasi maniknya. Mendengar jawaban tersebut membuat Kalista merasa seperti tengah meladeni cerocos pria gila yang sayangnya berparas menawan. Pernikahan adalah jual beli baginya? Oh, benar-benar! Sudah cukup Arkana bermain-main dengannya! Kalista tidak ingin menanggalkan kewarasannya lebih jauh akibat meladeni ucapan melantur sang pria. “Kurasa aku tidak bisa menemanimu minum hingga jam yang telah ditentukan. Kau bisa meminta separuh harga pada Madam Rose sebagai gantinya—” “Pikirkanlah kembali. Aku bersungguh-sungguh.” Arkana kembali menahan tangan Kalista yang hampir beranjak. Sang gadis sempat goyah seraya mengerjap saat mend

