[21] Mempercayai Takdir?

1239 Kata

“Aku bisa membantumu mendapatkan uang itu, Jelita.” Jangan tanyakan kewarasannya. Kalista kini luar biasa terguncang, terutama saat bibir Arkana dengan jelas menyebut nama aslinya—Jelita. Napasnya seketika tercekat di tenggorokan. Oksigen di sekelilingnya telah dirampas habis beriringan dengan pernyataan sang pria. Jelita membeliak tak percaya. “Kau… bagaimana kau tahu?” Kontras dengan Jelita yang hampir kehilangan kesadarannya, Arkana bersikap santai dengan mengendikkan bahunya. “Tidak sulit mendapatkan info tentangmu.” Bagi orang yang memiliki kekuasaan berlimpah ruah seperti Arkana, menyelidiki latar belakang seseorang bukanlah sesuatu yang tabu. Seperti saat ini, ia telah melancarkan trik untuk menjerat sang gadis dengan memanfaatkan kelemahannya. Bukankah… ini benar-benar menyena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN