Angel selesai saat dengan tajam melirik pintu dan menatap Neandro tajam. Dia menggelngkan kepalanya sedikit agar Neandro segera angkat kaki dari rumahnya. Dan akhirnya, sepupunya itu hanya bisa pergi begitu saja. Dan suasana kembali hening. Angel membalikkan badannya pelan, menatap Arsen yan terlihat sedikit tidak nyaman. Dia mendekat dan bertanya pelan, "Apakah paman juga mengirimu hari ini? Ini masih sangat pagi," Arsen terbatuk pelan dan melihat arloji di pergelangan tangannya. Dia mengangguk tanpa ragu. "Ayah menyuruhku untuk menemanimu dalam rapat perusahaan pagi ini." Kening Angel mengerut tak mengerti. "Apakah tak bisa paman yang pergi bersamaku?" "Ayah sedang tak enak badan, jadi dia mengalihkan semua urusan tentang keluargamu padaku. Jadi, bisa dibilang bahwa saat i

