David mendekap tubuh istrinya itu dengan lembut. Tubuh Zira tiba-tiba saja melemah saat David mendekapnya kuat. Ia menangis. Meraung dengan isakan yang tidak bisa ia tahan kembali. Ia merasa sangat tidak berdaya saat ini. Apalagi sekarang lelaki itu berkeliaran bebas disekitarnya. Ia cukup paham semuanya. Tapi, itu sangat sulit untuknya bukan? "Tapi dia gak lakuin hal-hal macem kan?" Tanya David lembut dan membuat Zira kembali menangis dengan keras. "Di-dia. Di-dia cium Rara," jawab Zira terbata dengan isakannya. Dan hal itu membuat David terdiam. Ia melihat kearah wajah istrinya yang kini sedang menunduk takut. "Dimana?" Zira menunjuk bibirnya. Dan detik itu juga, David menyatukan bibirnya dan memakan dengan ganas bibir Zira. Bibir istrinya yang sempat dimiliki orang lai

