"Tolong taro balonnya dibelakang pintu!" "Dekorasinya jangan sampe rusak! Nina.. itu tolong tempelin disekitar tembok ya?" Zira mendorong kursi rodanya dan beralih pada segerombolan orang yang tengah meniup balon-balon berukuran besar. Disana ada Raka, David, Adrima dan juga Lucky. Meniup balon secepat yang mereka bisa. Zira tak kuat menahan tawanya saat melihat wajah David yang memerah karena mencoba meniup balon dengan cepat. Belum lagi pipinya yang berubah menjadi besar saat mengeluarkan udara kedalam balon. Zira mengusap perutnya, berharap anaknya tidak seperti muka-muka para lelaki yang tengah meniup balon. "Apa yang lucu?" Tanya David pada Adrima yang hanya dibalas kedikan bahu dari sang kakak. Berusaha menghiraukan tawa Zira yang belum berhenti, kini suara tawa itu

