Bab 21 (Revisi)

1091 Kata

“Zira mana? Dia beneran marah sama gua, ya?” Anita melirik sekitar yang kosong. Tidak ada tanda-tanda Zira di sana. Sudah pasti wanita itu tidak akan mau menemuinya. Dan lagi, ia memang tidak bisa mengontrol ucapannya. Padahal ia sudah tahu jika wanita hamil memiliki perasaan yang lebih sensitif daripada orang biasanya. Anita jadi meragukan gelar yang sudah ia dapatkan selama ini. Bagaimana ia bisa melupakan hal yang paling penting dari sekian banyak hal-hal yang sudah ia pelajari tentang kehamilan? “Gak. Dia emang lagi sensitif aja. Besok juga pasti udah biasa lagi. Mana hasilnya?” Pinta David seraya menyodorkan tangannya. Ia begitu antusias melihat cetakan dari gambar yang ia sempat lihat di layar monitor di dalam ruangan tadi. Matanya begitu berbinar kala Anita mengeluarkan lembar ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN