Chapter 29

1383 Kata

Setelah mengantarkan suaminya itu untuk pamit bekerja, Zira mulai menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang bisa dibilang membosankan baginya. Memainkan ponsel lalu menonton televisi saat sudah merasa bosan. Terus seperti itu hingga beberapa saat ia merindukan suaminya. Ia mendesah frustasi. Entah seberapa banyak ia melakukan hal-hal aneh, tetap saja rasa rindunya tidak memghilang ataupun lenyap secara perlahan. "Kamu jangan gini dong dek. Besok juga Daddy pulang kok," ujar Zira berkompromi dengan sang janin. Ia lalu menyandarkan badannya pada sofa dan menatap lurus channel televisi dihadapannya. Zira menoleh cepat saat merasakan sebelah kanannya bergetar dan itu menandakan bahwa ada yang menelponnya. Ia dengan cepat mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya dit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN