Selama ujian berlangsung, Rembulan memfokuskan dirinya pada soal-soal matematika. Sesekali terdiam dengan tangan yang memainkan pulpennya, mencoba untuk mengingat rumus dari soal yang menjebaknya. Rembulan mengembuskan napas gusar, menatap kembali soal-soal di hadapannya. Bola matanya memutar, mengingat rumus demi rumus yang sudah dia pelajari selama ini. Bagi Rembulan, matematika sangatlah menyenangkan. Ketika banyak temannya yang yak menyukai matematika, lain halnya dengan Rembulan yang suka menghitung. Rembulan tidak peduli pandangan orang tentang dirinya yang mengatakan bahwa matematika itu menyenangkan. Rembulan tahu bahwa untuk menyukai sesuatu hal, maka seseorang harus mencoba membuat pekerjaannya itu menyenangkan agar terlihat mudah. Rembulan membaca soal demi soal. Tidak hanya s

