"Si Iren, tuh, beneran nggak keterima jadi peserta olimpiade kimia tahun ini?" tanya Pita kepada kedua temannya ketika mereka sedang menunggu pesanan siomay. Rembulan hanya mengangguk membuat Yura kini jadi mengerutkan keningnya. "Kok bisa?" tanya Yura mengangkat kedua alisnya. "Nggak tahu, soalnya penilaian dari Pak Yunanto dirahasiakan sistemnya. Tapi mungkin aja Jia nilainya emang lebih besar dibandingkan dengan Iren pas seleksi terakhir kemarin." balas Rembulan menegak air minum di botolnya. "Lho, si Jia yang anak IPA 3 itu yang lolos?" tanya Yura tak percaya membuat Rembulan hanya mengangguk saja. "Sekelas sama si Bintang, kan, dia?" Pita mengangkat alisnya yang diangguki lagi oleh Rembulan. "Dia pinter?" "Pinter kok. Gue satu SMP sama dia sama Iren juga." "Reaksi dia gimana, y

