“Bunda menyesal nggak bisa datang di pemakaman mama kamu, Nak.” Bunda Leni mengusap sayang puncak kepala Anya yang pagi ini datang ke rumahnya secara mendadak. "Nggak apa-apa, Bun. Mas Damar sama Mas Danu kan datang, yang penting Bunda sehat," jawab Anya tulus apa adanya. Anya sangat paham kondisi Bunda Leni yang kini serba terbatas sejak stroke yang dideritanya semakin menjadi. Istri pertama yang masih setia mendampingi Ruben itu kini hanya bisa terbaring lemah di atas tempat tidur, hanya sesekali saja beliau turun dan berkeliling rumah dengan kursi rodanya. Jadi ketidakhadirannya saat sang ibu meninggal tentu saja dimaklumi oleh Anya. Kealpaannya digantikan oleh kedua putranya, Damar dan Danu uang datang melayat ke tempat Anya. "Terlalu cepat dan mendadak Endang meninggalkan kita semu

