66. Season 2. Awal dari mimpi buruk. “Sepertinya kita harus bertemu lain waktu!” pamit Danish. Ia merasa kantuk berat. Berusaha agar kedua matanya tidak terpejam. “Biar aku mengantarmu!” tawar Sella. Ia menyunggingkan senyum puas. “Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri,” tolak Danish. Pria itu beranjak dari duduknya keluar dari kafe, sementara Sella terus mengikutinya dari belakang. Di tempat parkir yang sepi dan tidak terlihat oleh siapa pun. Kedua pria suruhan Tante Desi memaksa Danish memasuki mobil milik Sella. Danish pun di bekap, sampai tak sadarkan diri. “Ayo kita pergi sekarang juga!” perintah Sella. Setelah kedua pria itu duduk di kursi paling depan. Ia ingin bergerak cepat. Tidak ingin ketahuan. Ia sengaja memilih kafe yang sepi pengunjung, memiliki area parkir yang gelap

