47. Memilih Pergi (End) Selama satu jam lima belas menit, di dalam kamar yang tidak terlalu. Sella terus merenung dan merenung. Ia bisa saja menipu orang tapi untuk membunuh? Tidak, Sella tidak seberani itu untuk menghabisi nyawa orang. Lalu menjadi seorang pembunuh di hidupnya yang hanya satu kali ini. Sella menyambar handuk. Dia beranjak ke kamar mandi. Setidaknya membasahi kepalanya dengan air mungkin bisa menjernihkan pikirannya. Membunuh orang perintah dari Tante Desi itu memang sangat kejam itu, sangat bertolak belakang dengan hatinya. Ia pernah menipu, pernah berbohong, pernah menjual diri, tetapi untuk membunuh itu beda jauh. Itu bukan pikiran manusia, melainkan iblis yang berhasil menguasainya. Air mulai membasahi seluruh tubuh Sella. Sabun beraroma bunga mawar di usap ke kulit

