47. Khawatir

1517 Kata

"Ada kejadian begitu? Ah, harusnya aku engga usah makan siang diluar kemarin. Denger dari Mas aja aku ikutan kesel, untung ada Kristal yang berani ngelawan," Nares bersungut kesal mendengar cerita dari suaminya. Saat ini mereka sudah bersiap untuk tidur. Dan seperti biasa baik Arafi ataupun Nares selalu bertukar cerita selama seharian ini sebelum mereka tidur. "Iya, aku sendiri posisinya engga bisa ngelawan Riana di depan banyak orang. Agak malu juga karena Kristal yang maju, tapi walaupun begitu aku bersyukur. Karena aku benar-benar hampir engga bisa nahan diri pas dia bawa-bawa kamu," balas Arafi. Tangannya naik menyibak rambut cantik Nares yang jatuh ke wajah. "Dia punya dendam apa sih sama kamu, Mas? Sampe segitunya pengen bikin kamu malu," Nares berujar heran. Dia sedikit banyakn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN