Arafi tidak tahu apa yang terjadi pada istrinya itu. Saat ia tiba di restoran untuk menjemput Nares, istrinya itu bahkan sudah menangis dan langsung menghambur ke dalam pelukannya. Jelas saja hal itu membuat dirinya merasa cemas, apalagi Nares sedang dalam kondisi hamil. Dirinya tidak berani langsung bertanya, tapi Arafi juga tidak bisa untuk tetap diam saja di saat Nares terlihat sangat ketakutan. "Tenang, Sayang. Semua baik-baik saja. Aku engga tahu kamu kenapa, tapi sekarang semua baik-baik saja. oke?" Tidak ada jawaban dari istrinya itu, yang ada hanya isakan kecil yang terdengar semakin pelan. Arafi menghela nafas berat, tangannya terulur memegang tangan Nares yang dingin. "Nares.. Ada apa?" tanya Arafi lagi. Melihat istrinya itu tetap bungkam bahkan enggan melihat ke arahnya, A

