"Apa kamu sekarang udah bener-bener baik-baik aja?" tanya Arafi cemas. Meskipun dirinya sendiri sudah bisa melihat Nares berlaku seperti biasanya, namun tetap saja mengingat kejadian kemarin membuat dirinya merasa cemas terhadap istrinya itu. Segala kemungkinan bisa saja terjadi pada Nares yang masih belum stabil. "Mas udah tanya berapa kali coba? Aku udah baik-baik aja, Mas. Engga akan ada apa-apa sama aku, kalaupun ada, aku bakal langsung minta Kintan buat bilang ke Mas. Lagian aku engga ada agenda keluar kantor hari ini, jadi Mas tenang aja, okay?" Arafi mendesah berat, tangannya merangkul pinggang istrinya itu dan berjalan berdampingan menuju parkiran apartemen. Tadi pagi dirinya bersikeras melarang Nares untuk masuk ke kantor hari ini, namun sayangnya bahkan Nares bisa lebih keras

