Extra part 2

1107 Kata

"Huwaaaa!" Nares buru-buru berlari dari dapur ke arah ruang tengah saat mendengar suara tangis dari jagoan kecilnya itu begitu keras. "Gala, kenapa, Sayang?" tanyanya cemas. Ia berjongkok, mengusap punggung anaknya yang gemetar. "Ibu, kenapa Gala engga setampan Ayah? Kalau Gala setampan Ayah, Kak Zena pasti mau nikah sama Gala," isaknya meratap. Nares membulatkan matanya, ia menoleh ke arah Zena yang duduk agak jauh dari tempat Gala dan menatap ke arah Gala dengan mata berkaca-kaca. Gadis berusia empat tahun itu langsung menunduk begitu Nares menatapnya. Nares tersenyum, berpindah tempat ke arah Zena setelah meminta anaknya untuk tenang sebentar. "Ada apa, Zena? Apa yang bikin Gala nangis?" tanya Nares lembut. Tangannya hingga di rambut coklat anak dari sahabatnya itu dan membelain

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN