[Intan POV] Aku diam membisu saaat pram membawaku masuk kedalam kamar inap nadia, kubiarkan begitu saja dia mencengkram tanganku sampai didalam saat dev memperhatikan kamibegitu intensnya pram segera melepaskan cengkramannya. "Maaf," ucapnya berlalu kemudian duduk disofa. Aku tersenyum tipis dan mendekati dev yang sudah tadi berada disamping nadia. "Kalian barengan berangkatnya?" Tanya dev curiga. "Tidak!" elakku cepat tidak ingin meciptakan kesalah-pahaman. Pram akhirnya membantuku menyelesaikan kesalah-pahaman diantara kami, "Tadi kami papasan didepan pintu, boro-boro berangkat bareng aku aja gak tau alamat rumah kalian." Aku tidak tau pram sedang berbohong atau tidak, bukankah mereka teman seangkatan dulunya? Pasti pram mengetahui rumahnya dev, hanya saja aku yang tidak tau p

