[Nadia POV] Hembusan nafas pelan keluar mengingat perdebatan kecilku dengan dev. Dalam baaing-bayang semu didapur, aku mengaduk secangkir coklat hangat. Tatapan kosong memandangi ruangan ini sejenak kuelus perut datar yang sudah berisi benih kehidupan itu kemudian aku berkata, "Nak seandainya ibu adalah korban dan kamu adalah hasil yang tidak diinginkan ibu akan membawamu pergi jauh meninggalkan semua kenangan masa lalu. Tapi nyatanya setelah kelahiranmu nanti ibu akan melepaskanmu dan tidak akan pernah melihatmu tumbuh besar, ibu tidak aka nada disampingmu memegangi tangan mungilmu. Justru kamu akan ditemani oleh ibu lain yang selamanya akan kau anggap sebagai ibu kandung," Tak ada yang bisa aku lakukan selain menunggu waktu segera untuk berlalu dalam keheningan malam kukira dev tidak

