Author POV JEDER! JEDER! JEDER! Kilat petir yang kelap-kelip ditambah suara samabaran petir yang terus bergemuruh membuat hujan disertai angin kencang. Langit sangat gelap meskipun jam menunjukan pukul 12.25 Riuh suara angin yang terus menerbangkan barang-barang membuat Nadia cemas dengan cuaca hari ini, "Kenapa hujan deras sekali, isi petir dan angin kencang pulak?!" Dia lupa bahwa sekarang sudah berada di minggu penghujung akhir tahun. Wajar jika hujan turun di bulan Desember hanya saja hujan hari ini sangat deras. Air mata Nadia sudah mengering, dia baru saja bangun dari tidurnya. Matanya yang terus menangis membuat dirinya merasakan kantuk berat bahkan kini matanya membengkak. Nadia hendak pergi kedapur untuk mencari es batu yang akan dia gunakan untuk Mengompres matanya. S

