Tidak adil rasanya, saat dia bisa melupakan segalanya dan bisa hidup dengan cinta yang lain. Namun kenapa aku justru dihukum oleh Tuhan?meskipun aku berkali-kali disakitinya tetap saja hatiku terpikat olehnya, meskipun aku berusaha untuk membencinya tapi tetap saja terbesit cinta dan kerinduan dari dalam lupuk hatiku. Tidak adil, bagiku ini tidak adil. Jika dia saja bisa memilih wanita lain sebagai pengganti ku dengan begitu mudahnya!kenapa aku justru harus mengalami trauma berat untuk memulai cinta yang baru? Kenapa aku harus dihukum sedemikian rupayanya? Padahal aku adalah korban dari segala kekejiannya. Dia bisa bahagia, dia bisa tersenyum, dia bisa mendapatkan yang lebih baik. Tapi kenapa aku tidak bisa?! Hey! Nadia what do u think? Kamu kira setelah menghilangkan kehormatanmu

