Bab 45

1041 Kata

[Nadia POV] Diatas kertas putih dengan coretan pena hitam aku menulis sambil bersandar di head board kasur. Menulis beberapa kalimat terakhirku untuk Dev. "Nad, nadia..." Panggil intan dari luar. Namun tiba-tiba saja dia sudah membuka pintunya aku langsung menutup buku yang kupegang. "Nadia, kamu udah bangun." Aku menganggukan kepala kecil, "Sudah, ada apa?" Tanyaku beranjak bangun dari tempat tidur. "Mandilah, acara 7 bulanannya akan segera dimulai." Aku mengangguk mengerti dan berjalan menuju kamar mandi. Namun saat aku baru saja masuk ke kamar mandi aku mendengar suara perdebatan kecil diluar. "Intan, ritual ini sangat sakral. Kamu gak bisa melakukan ritualnya. Cuma Nadia yang bisa duduk disana." Dev terdengar panik berbicara dengan Intan. "Tapi gimana mas? Gak mungkin Na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN