kumpul di Aula

1041 Kata
Jam pelajaran selanjutnya akan segera dimulai, pelajarannya Ialah Kimia. Guru yang mengajar mapel Kimia yaitu Bu Rahayu Sulastri atau bisa disapa dengan panggilan Bu Ayu, dia mengajar dengan ramah dan selalu menegur murid bila melakukan kesalahan, namun beliau tidaklah marah melainkan menasehati. Semua murid disini merasa nyaman jika diajarkan oleh Bu Ayu, meskipun murid itu tidak suka dengan mata pelajaran nya ataupun tidak paham sama sekali, mereka tetap memperhatikan Bu Ayu ketika menjelaskan materi. "Bu saya mau bertanya, rumus konsentrasi OH negatif itu apa?" Naya bertanya mengenai materi yang baru saja dijelaskan oleh Bu Ayu karena dia belum begitu paham. "Rumus Konsentrasi OH— itu [OH negatif = y × [B] ]. Untuk y nya sendiri adalah Valensi Basa dan untuk B nya adalah Konsentrasi Basa. Rumus itu untuk basa kuat, hampir semua basa terurai menjadi ion. Nah disini apakah kamu sudah mengerti Naya." Jawab Bu Ayu menjelaskan pertanyaan yang Naya katakan. "Paham bu, terimakasih." kring kring kring "Nah berhubung sudah bel, kita akhir pembelajaran kali ini. lalu kerjakan tugas Hal 18- 20 di lks dan Minggu depan dikumpulkan. apa sudah jelas yang tadi ibu sampaikan?" Kata Bu Ayu memberi tugas pada murid kelas XI IPA 1 yang pada jenius semua, dan pasti bisa mengerjakan tugas ini dengan mudah. "Oh satu lagi kata bapak kepala sekolah kalian disuruh berkumpul di Aula, karena ada pengumuman yang ingin disampaikan oleh beliau. karena untuk hari ini kalian semua dipulangkan lebih awal, jadi selepas ini kalian langsung menuju ke aula. apakah sudah paham?" "paham bu." Semua murid dari kelas X sampai dengan kelas XII sudah berkumpul semuanya di aula, karena aula di sekolah Naya cukup luas dan bisa menampung semua murid baik dari kelas X, XI, dan Xll. Sambutan oleh bapak kepala sekolah ? yang kini sudah ingin menyampaikan sesuatu yang penting, semua murid mendengarkan dengan baik dan seksama agar tahu apa yang ingin disampaikan oleh beliau. "Selamat siang semua." "Siang Pak." "Berdirinya saya disini dan kalian semua disuruh berkumpul di Aula ini, bapak ingin menyampaikan informasi bahwa seminggu lagi sekolah kita akan mengadakan lomba. dan bagi murid-murid yang bapak sayangi jika kalian berminat ingin ikut lomba kali ini bagi yang ingin ikut saja dan bapak tak memaksa juga silahkan mendaftar ke Ketua OSIS. dan seminar yang sekolah kita adakan mengenai tema seni, jadi Bagi kalian yang memiliki bakat baik di bidang lukis, tari, maupun musik silahkan mendaftarkan diri. pemenangnya akan mendapatkan uang senilai 2 Jt dan piagam perak serta ikut pertukaran pelajar di Korea untuk juara pertama, bagi juara kedua dan ketiga akan mendapatkan uang senilai 1Jt serta piagam perak. jika berkenan silahkan mendaftar. sekian dari saya semuanya, jika ada kesalahan dalam bertutur kata mohon dimaafkan." Itulah sambutan dari informasi dari kepala sekolah, dan setelah itu semua murid bertepuk tangan dengan meriah. " Ini kesempatanku, aku harus ikut agar bisa ikut pertukaran antar pelajar di Korea. Baiklah aku akan ikut, lagi pula aku juga bisa dance dan musik juga bukan." Naya berniat untuk mengikuti seminar itu, karena ini juga adalah kesempatan emas baginya. Naya memang ingin sekali melanjutkan pendidikannya di Korea, karena dia suka sekali dengan kebudayaan disana yang memiliki ragam budaya dan juga sejarah yang menarik. dia juga berkeinginan untuk menonton konser di sana, meskipun kebutuhan disana sangatlah mahal dan besar, Akan tetapi gaji disana cukup besar sekitar 21 juta jika dinominalkan ke rupiah. bahkan ada yang lebih besar gaji pokonya disana, maka dari itu semua orang di belahan dunia termasuk Indonesia sendiri ingin sekali menjadi TKI dan TKW disana. bahkan ada mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliah disana, dan sepertinya pertukaran antar pelajar itu sekitar 3 sampai 5 bulan bahkan satu tahun. berarti jika Naya ikut progam ini maka dia seandainya sudah kembali ke Indonesia maka dia sudah tamat sekolah menengah atas, tetapi jika dia melanjutkan kuliah disana dan lebih memilih menetap disana maka ya berarti dia tak kan pernah kembali ke tanah air. itu berarti semua keputusan ada ditangan Naya. Setelah pengumuman tadi Naya langsung mendaftarkan diri menjadi peserta lomba dan dia menemui ketua OSIS tentunya di ruang OSIS atau kesiswaan lah. "Permisi." Kata Nara membuka pintu ruang OSIS dan dia masuk dengan sopan. "Silahkan masuk saja, apakah kamu kesini ingin menjadi salah satu peserta lomba?" Tanya ketua OSIS yang sedang duduk dan mencatat murid yang ikut lomba. "Benar, saya ingin menjadi peserta lomba." "Kalau begitu silahkan isi formulir ini, lalu serahkan ke saya dan di pojok kanan kamu tanda tangan orang tua mu dan juga dirimu." "T-tapi s-saya memiliki kakak tetapi tinggal di kota lain, kedua orang tua saya telah meninggal dan saya di sini merantau". Kata Naya seraya menunduk. ketua OSIS yang mendengarnya pun terkejut mendengar jawaban langsung Naya karena dia tak tahu sama sekali jika murid di depannya ini tak memiliki orang tua dan kerabat nya pun tinggalkan cukup jauh. "B-baiklah kamu tanda tangan punya mu saja, kalau masalah itu biar saya yang mendiskusikan nya kepada kepal sekolah dan kesiswaan." "Iya kak, terimakasih." Nara tersenyum lega pasalnya hampir saja dia tak jadi ikut dalam lomba kali ini. Senyuman Nara yang sangat manis membuat jantung Sang ketua OSIS berdetak kencang, karena baru pertama kali dia melihat senyuman semanis Naya dan juga entah mengapa dia seperti pernah melihat senyuman itu tapi dia lupa dimana. Naya sudah mengisi formulir yang diberikan oleh ketua osis atau kita panggil saja Atha, nama lengkapnya Atha Irfan Christopher. dia salah satu anggota keluarga dari Christopher, anak dari Ramzan Juvian Christopher dan nyonya Sharon Adeeva Christopher. Siapa si yang tidak mengenal keluarga mereka, keluarga itu juga sama halnya dengan keluarga Hermawan yang sama-sama berpengaruh dalam dunia bisnis. disegani masyarakat dan juga semua orang tahu betapa kaya nya kedua keluarga itu. memiliki cabang dimana-mana, dan kekayaan tiada habisnya sampai tujuh turunan pun tak kan habis. Atha yang menatap iris mata Naya dan senyumannya mengingatkan pada salah satu anggota keluarga nya yang telah lama tidak pernah ada kabar lagi. Kakek serta paman dan juga yang lainnya telah mencari mereka kemana-mana namun tak kunjung ditemukan. tapi setelah melihat iris mata itu entah mengapa seperti dirinya ada sengatan listrik di dalam tubuhnya dan dia ingin sekali selalu melindungi dia, Atha akan menindak lanjuti pencarian data milik Naya dan ingin tahu dia dari mana asalnya dan keluarganya seperti apa. Apakah benar dia yang ia cari selama ini? Atau itu hanya kebetulan saja?.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN