"Aku pulang dulu ya." Kata Naya berbicara pada Fanya yang kini berada di sebelahnya yang menunggu jemputan, sedangkan Naya pulang sendiri menggunakan sepeda lipat miliknya dengan hasil jerih payahnya sendiri.
"Hati-hati Aya, ingat jangan ngebut."
"Siap Bu bos." Naya terkekeh sendiri dengan tingkah Fanya yang terlihat berlebihan namun dia sangat menghawatirkan dirinya.
Tujuan Naya kali ini ke sebuah cafe dekat sekolah, dia sudah bekerja disini ketika masih kelas X. dia juga terkadang susah membagi waktu antara kegiatan sekolah dan bekerja karena juga sering waktunya bersamaan. Namun dia cukup pandai mengatur jadwal dan akhirnya ya dia tidak kewalahan lagi, ketika malam hari biasanya dia kelelahan dan langsung tertidur kala di cafe banyak pembeli dan tak sempat istirahat.
"Eh Aya udah sampai, langsung ganti pakaian saja lalu kasih ini ke meja yang ada disana." Dia adalah Sindy yang salah satu pekerja disini yang umurnya lebih tua satu tahun.
"Iya kak ini Aya langsung ganti baju." Naya berganti pakaian menjadi pakaian khusus pekerja disini, setalah selesai dia langsung melaksanakan yang disuruh oleh sindy tadi.
"Silahkan menikmati makanannya." Dengan senyuman Naya yang khas.
kini Naya melayani pelanggan yang baru datang, dia memberikan secarik buku menu agar pelanggan bisa memesan makanan lalu ia menunggu dan mencatat pesanannya.
"Saya ingin memesan Bebek packing dengan saus mustard dua porsi lalu minumannya Jus mangga sama Milik shake Banana."
"Apakah ada tambahan pesanan?" Tanya Naya yang sudah mencatat pesanan pelanggan.
"Tidak, hanya itu saja."
"baiklah silahkan menunggu pesanannya." Naya berbalik dan menunju dapur lalu meletakan secarik kertas lalu diberikan kepada koki cafe untuk segera membuatkan nya.
Naya sang pekerja keras, dia membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, padahal ia baru saja pulang sekolah dan tubuhnya merasa lelah, namun itu bukannya membuat nya tidak bersemangat justru itu membuatnya merasa semangat bekerja.
Waktu terlalu berganti, berjam-jam perdetik permenit telah berlalu. kini masanya Cafe tutup karena waktu malam hari dan menunjukan pukul 8, peluh keringat yang dikeluarkan nya dan dia membawa sebungkus makanan yang diberikan oleh Pemilik Cafe sebagai bonus karena hari ini mereka sudah bekerja keras.
Naya sudah sampai di rumahnya yang sederhana, lalu dia memanaskan lagi makanannya agar tidak basi, setelah ia panaskan makanan, ia memakannya dengan lahap mungkin ini efek lapar yang sudah ia tahan sejak tadi. semuanya sudah habis, dia langsung mencuci bekas makannya dan setelah semuanya telah selesai ia memutuskan untuk ke kamar dan membereskan tepat tidur, sudah berganti pakaian menjadi piyama make up sudah dibersihkan, semuanya sudah semua dia menuju meja belajar dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dan harus dikumpulkan besok.
Hooaaam, Naya meskipun sudah mengantuk ia tahan dan dia baru mengerjakan tiga soal dan masih ada 7 soal lagi, ini pun pelajaran Fisika dan harus fokus jika salah sedikit saja semuanya bisa salah. jangan remehkan kecerdasan Naya, dia memiliki IQ di atas rata-rata dan bisa disebut jenius.
jam sudah menunjukkan pukul 10 namun Naya belum selesai dengan tugasnya karena ia juga sambil belajar dan ia pahami sungguh-sungguh buat perbekalan olimpiade sains yang akan diadakan dua bulan lagi. meskipun ia sudah bisa dan hafal rumusnya, jangan remehkan lawannya nanti, lawannya dari SMA ternama dan sekolah elit di Jakarta.
Sekolah Naya juga termasuk sekolah elit, akan tetapi ada juga sekolah yang lebih mewah dan fasilitas nya lengkap dan terbaik. Patutnya Naya bersyukur masih bisa sekolah dengan bantuan beasiswa dan dia tak merasa malu dan iri ataupun minder sama sekali, toh buat apa iri maupun minder? itu akan tidak membuat kita maju kedepannya.
"Sebaiknya tidur deh, takut besok ketiduran di kelas." monolog nya dalam hati, dia membereskan buku-buku nya dan memasukkan nya ke dalam tas, dia juga sesuai jadwal besok.
kukuruyuk
suara ayam berkokok itu tandanya sudah pagi, ayam itu milik tetangga nya. Naya bergegas mandi siap-siap berangkat ke sekolah, dia akan sarapan nanti ketika di kantin. setelah semuanya sudah siap Naya berangkat ke sekolah dengan menaiki sepeda dengan perlahan asalkan selamat sampai tujuan.
"semangat!" Naya menyemangati diri sendiri lalu ia mengayuh sepeda sambil menikmati udara di pagi hari.
Sayur! bapak-bapak ibu-ibu ayo sayur-sayur mumpung ada diskon!
Wek Wek Wek
Begitulah suasana diperjalanan, ada yang berjualan, lalu suara bebek dan masih banyak lagi. dia berangkat sebab di Jakarta sangat macet dan jika dia berangkatnya pas tepat waktu dia pasti akan terlambat ke sekolah belum lagi jarak antara sekolah dengan rumahnya sangat jauh dan memakan waktu tiga puluh menit.
hosh hosh
Naya menghela nafas sambil mengatur nafasnya yang tersengal-sengal, lalu Naya memarkirkan sepeda nya di tempat parkir dan menguncinya. setelah semua sudah aman terkendali dia menuju ke kelas. dia berpapasan dengan Most wanted di sekolah ini, semua murid histeris melihat Most wanted datang dan mereka disambut oleh para fansnya di pagi hari.
Bikin kepala pusing saja, pagi-pagi sudah teriak-teriak tidak jelas, itu menurut Naya yang tidak peduli akan pekikan Fans mereka tapi sedikit mengganggu do telinga nya.
bruk
saking tidak fokusnya, Naya menabrak tembok yang kokoh eh ralat maksudnya seseorang dan sampai dirinya terjatuh dengan tidak elitnya, keningnya sakit karena menabrak punggung dia yang sangat kokoh seperti tembok.
"Kalau jalan pakai mata dong, sakit nih auch." Kata Naya seraya mengusap keningnya yang sedikit memerah dan menyalahkan orang itu.
"Sorry." itulah yang diucapnya, hanya satu kata saja.
Dia dari keluarga Hermawan, siapa yang tak kenal dengan keluarga Hermawan yang sangat berpengaruh besar di Jakarta dan keluarga itu disegani banyak orang dan dibanggakan dan ada juga yang takut kepada mereka karena mereka itu katanya sangat misterius. entah apa itu tapi tak dipedulikan oleh Naya, mau dia anak Hermawan atau anak presiden sekalipun jika dia salah maka akan tetap jawabannya sama, dia harus meminta maaf.
toh tak peduli jika kastanya lebih tinggi, buat apa kasta tinggi tapi akhlaknya tidak baik sama sekali atitude nya tak baik, bikin malu sekolah, keluarga, bangsa, dan agama itu sama saja dari orang yang tidak bersekolah.
"Enak ya kamu, sudah nabrak bilangnya hanya 'sorry'. karena aku tidak sombong dan rajin menabung maka aku maafkan. tapi lain kali perhatikan jalan, jangan hanya fokus ke ponsel aja." Kata Naya memberi nasehat kepadanya, toh apa pedulinya jika ia marah, memang dia salah kan.
"Terserah, setidaknya sudah minta maaf." Dia mengatakan seperti itu, lalu dia pergi begitu sajam uh dasar es kutub berjalan.
" ASSALAMUALAIKUM YA AHLI KUBUR!"
"WAALAIKUMSALAM YA AHLI NERAKA." Jawab mereka, Naya mendengus kesal dengan Jawaban mereka.
"Kok ahli neraka, ahli surga dong." Kata Naya cemberut dan memanyunkan bibirnya dan itu tampak imut jatuhnya.
Naya memiliki wajah yang imut dan cantik, itu perpaduan yang sangat cocok sekali. mereka bahkan sampai iri dengan wajah dan kulit Naya yang tampak putih dan wajah yang begitu cantik bisa memikat para kaum Adam.
"Lah kamu sendiri yang berkata seperti itu, kita masih hidup bukan ada di alam barzah." Kata salah satu anak laki-laki yang merupakan teman sekelasnya.
"Ya maaf, piece kan sengaja. lagi pula hanya berjanda kok." Kata Naya sambil meletakkan tasnya, lalu Naya duduk di tempat duduknya.
Sebentar, ada yang ganjel deh tapi apa?
krik krik krik
Loading°°°°°°°
"BERCANDA KALI AYA BUKAN BERJANDA!" Satu kelas dibikin emosi sama tingkah Naya, pagi-pagi sudah membuat orang naik darah apalagi nanti.
"Kan sama saja."
"Bedan Aya, yang satu Berjanda dan yang satu lagi Bercanda, beda tulisan dan beda ejaan nya Aya yang cute mirip hamster." Kata Fanya teman satu bangku sekaligus sahabat nya.
kring kring kring
bel sudah berbunyi itu tandanya pelajaran akan segera dimulai, Naya mempersiapkan alat tulis lalu di letakkan di meja dan dia sudah siap untuk memulai menuntut ilmu.
Yang lain bukan menyiapkan alat tulis malahan ada yang masih bermain ponsel, lalu ada yang bergosip dan ada juga yang leha-leha saja. Aneh si katanya kelas unggulan kelas jenius tapi akhlaknya pada minim semua, entah Naya sendiri maupun teman satu kelasnya.
Setelah tiga jam berlalu, sudah tiga mapel terlewati dan kini saatnya jam istirahat pertama dan Naya bergegas ke kantin langsung untuk memenuhi perutnya yang sudah berbunyi sejak tadi meminta untuk segera makan. menurut Naya gini " Perut jangan nakal ya, nanti Naya kasih makan kok." Yang lain sampai heran memang perut bisa diajak bicara? memang ada perut yang tahu apa perkataan kita?.
Naya memesan makanan dan memakannya dengan lahap seperti orang kelaparan, padahal iya si dia lapar.
Apakah kita yang salah, atau Naya? Sejak kapan perut bisa bicara? kan aneh.
Segini dulu ya untuk Hari ini, nanti akan update kembali.