Sebuah ruang gelap dengan suasana mencengkram, di sana tempat para tahanan berada dan bau darah juga tercium di hidung. Apalagi banyak kumpulan rangka manusia seperti kepala, bola mata, serta tangan dan kaki pun ada. benar-benar ruangan nya sangat menyeramkan tetapi tidak bagi laki-laki yang tengah menyiksa korbannya dia justru tampak senang dan tertawa lepas ketika mangsa nya menjerit karena kesakitan dia malah tertawa, sungguh aneh sekali rasanya apakah dia seorang psychopath atau dia mempunya gangguan psikis.
Apakah dia benar manusia normal pada umumnya atau bukan, dia sungguh sangat aneh dan juga sangat tertutup di kalangan publik. dia hanyalah korban anak broken home karena kedua orangtuanya tidak peduli dan hanya mementingkan kerja kerja kerja saja. benar-benar anak itu diabaikan begitu saja, dan hanya diberi keperluan sehari-hari.
"Bereskan ini semua." Perintahnya yang masih memegang alat bermainnya dan tangan penuh dengan darah.
"Baik master."
Mereka pun membereskan semua kekacauan yang atasannya lakukan sedangkan bagian tubuh korban dia kasihkan ke peliharaan nya yaitu buaya dan juga harimau. biasanya orang memelihara kucing, anjing, atau sejenis marmut tetapi berbeda dengan orang itu justru memelihara hewan buas di rumahnya.
Dia berjalan keluar dan ingin membersihkan diri sebelum melancarkan aksinya lagi yaitu bertarung dengan salah satu kelompok musuh selama ini dan berniat untuk menyerang markas dimana kelompoknya ada, dan juga dia sangat ahli dalam urusan menembak, menggunakan senjata tajam dan juga meracik obat serta racun mematikan. Dia seperti di juluki alkemis karena sangat pintar dalam urusan obat-obatan, dan juga dia selalu memakai pakaian serba hitam dan jangan lupakan menutupi wajahnya menggunakan topeng khas kelompok mafia nya jadi semua orang mengira jika dia salah satu dari anggota mafia yaitu Angel of Death atau disingkat AOD.
"ingin bermain denganku rupanya." Batin nya sambil tersenyum khasnya yang sangat mengerikan bagi orang lain.
Di kantor pusat dimana Ze bekerja, dia sekarang sedang disibukan berkas yang menumpuk karena atasannya sedang berada di negara lain mengunjungi orang penting yang bekerja sama dengan perusahaan ini. jadi semua pekerjaan di handle oleh Ze dan juga dia mewakili atasannya untuk rapat beberapa kabinet.
"Saya mewakili ZN company karena atasan saya sedang berada di luar negeri dan beliau ingin mengantikan saya dalam rapat kali ini, jadi kita langsung saja yang akan kita bahas pada pertemuan kali ini..."
Mereka berbincang dan diskusi tengah proyek yang mereka kerjakan, karena sudah hampir selesai sekitar 80% tinggal 2 atau 3 bulan lagi sudah selesai dan segera diumumkan.
"Anda sangat bijak dalam menangani proyek ini, pantas saja tuan anda beri kepercayaan anda sepenuhnya. saya juga senang karena anda benar-benar sangat cerdas dan saya yakin jika kerjasama kita akan sangat menguntungkan semua pihak." Kata salah satu dari mereka mendukung saran dari Ze, dia memakai setelan jas warna biru dan umurnya kira-kira sudah 45 tahun.
"Saya juga setuju dengan tuan Kishimoto, anda sangat pandai dalam mengatur proyek kali ini, dan juga sudah tahap akhir bukan juga letaknya cukup strategis." Kata orang berpakaian jas hitam dengan dasi warna merah, umurnya jika tidak salah seumuran dengan Ze.
"Terimakasih atas pujian kalian, saya hanya menjalankan perintah tuan saja. jika tidak ada yang ingin disampaikan lagi saya rasa pertemuan kali ini saya tutup dan Samapi disini saja, semoga kerjasama kita berjalan dengan baik kedepannya sampai selesai."
Ze beranjak dari tempat duduk, lalu dia pergi dari ruangan rapat dan dia kembali ke tempat kerja untuk menandatangi kontrak dari perusahaan lain yang ingin bekerjasama. salah satu yang membuatnya tertarik ialah di salah satu berkas tertera nama cristho's company, dan juga dari perusahaan V company. bukankah itu milik dari keluarga mama nya, mengapa mereka ingin bekerja sama dengan perusahaan ini, bukankah kekayaaan mereka sudah cukup banyak dan mengapa mereka justru bekerjasama dengan perusahaan yang menurut nya tidak sepadan dengan keluarga Christopher.
"apa mereka sudah mengetahui jika aku bekerja disini ? sepertinya aku harus lebih hati-hati siapa tahu mereka mengirim mata-mata di sekitar ku." batin Ze melirik sekitar nya, karena dia curiga jika mereka sedang mengawasi dirinya.
Ze duduk lalu dia mengotak-atik komputer di depannya, dia menyalin dokumen yang tadi di bahas pada saat pertemuan lalu segera ia simpan di flashdisk agar ketika presentasi nanti tidak akan lupa dan akan ia serahkan kepada atasannya bahwa kerjasama ini jadi dan kurung waktu dua bulan lagi juga sudah hampir siap dan diumumkan di depan awak media dan publik.
Pria tua sedang melihat area kamera pengawas dari laptop nya, dia melihat semua gerak-gerik Ze dari awal masuk kantor sampai sekarang. akan tetapi Ze sendiri tidak mengetahui jika dirinya sedang diawasi oleh seseorang, bukannya ia lengah tetapi memang Ze tidak tahu karena orang tersebut pandai bersembunyi. karena belum saatnya dia menampilkan wajah di depan Ze serta Naya, takut jika para musuh mengintai kedua orang yang selama ini dia pantau dari jauh dan menyuruh beberapa penjaga di sekitar mereka berdua.
"Segelas kopi mungkin enak." Monolog Ze beranjak pergi menuju dapur untuk membuat secangkir kopi.
karena Ze sedikit stress dan juga mengantuk jadi dia memutuskan untuk meminum kopi agar sedikit bugar dan menahan kantuk, meskipun ada berpendapat jika kita meminum kopi justru akan membuat diri kita semakin mengantuk tetapi tidak Ze sendiri juga merasa lega dan tidak mengantuk lagi setelah meminum secangkir kopi.
"Ada pak Ze, ada perlu apa bapak ke dapur?" Tanya seorang OB yang sejak tadi berada di dapur, akan tetapi Ze tidak memperhatikan nya.
"Membuat kopi." jawab Ze menuangkan bubuk kopi lalu jangan lupakan air panas, kemudian tambahkan sedikit gula lalu aduk.
"Mengapa tidak memanggil saya saja, nanti biar saya antar kan ke meja bapak." Ucapnya karena itu juga salah satu tugasnya, jadi dia harus menjalani kewajiban sebagai pekerja disini.
"Tidak perlu, lagi pula anda juga masih mencuci piring bukan. oh ya kalau begitu saya permisi karena pekerjaan saya masih banyak." Ze melangkah pergi dan kembali ke tempat duduknya, lalu ia meletakan secangkir kopi buatannya di meja jauh dari berkas dan komputer agar tidak terkena berkas penting itu.
Kita kembali lagi ke laki-laki misterius di awal part, dia juga sama memilki segudang rahasia di hidupnya. belum ada satupun rekan, teman dan sahabat nya yang mengetahui. Hanya ada dirinya dan sang pencipta saja yang tahu, dan juga penulisnya yang pasti.
Dia memandang berkas berisi biodata yang ia cari, lalu ia baca dari awal sampai akhir, karena dia tertarik dengan laki-laki yang tadi siang dan sepertinya dia tertarik. apakah dia salah satu lengan Potong (Guy), karena sejak bertemu dengan laki-laki itu dia meras detak jantung nya berdetak kencang dan juga dia baru pertama kali memunculkan senyuman khusus yang belum ia tampilkan sekarang. kapan terakhir dia senyum? kapan terakhir kali dia bahagia dan mempunyai tujuan hidup? sepertinya tujuannya yaitu menjadikan laki-laki manis itu sebagai pujaan hatinya sekarang hingga nanti.