Pertarungan selesai

1046 Kata
Keadaan Ze sedikit berantakan, wajah yang terkena goresan sedikit di bagian kening dan juga sepertinya tenaga Ze juga sudah terkuras sedikit demi sedikit, begitu juga dengan lawannya yang sama dengan Ze keadaan nya. "Sepertinya kita akan seri dalam pertarungan kali ini." seru nya sambil mengusap sudut bibirnya yang terluka akibat tonjokan Ze cukup kencang. lalu Ze menyibak rambutnya yang sedikit menutupi mata karena bagian poni dan rambutnya juga seperti nya sudah sedikit panjang, terakhir kali dia potong rambut 3 bulan yang lalu itupun pada saat masih di Tanggerang. "Kau benar, kita seri kali ini dalam pertarungan. Kau cukup kuat juga dan tak bisa diremehkan begitu saja, benarkah Mr. LZ." Kata Ze sembari mengelap pistol nya yang sedikit kotor dan memasukan pisau lipatnya kembali ke saku celana. Astaga! sepertinya Ze melupakan jika dirinya belum menjemput adik kesayangan di sekolah, pasti saat ini Naya telah menunggu lama akibat dia bertarung melawan orang di depannya sampai melupakan untuk menjemput Naya. "Dasar kau b******n, gara-gara dirimu aku sampai melupakan untuk menjemput adikku sendiri." Ucap Ze lalu meninggalkan tempat dimana pertarungan tadi dan menancapkan gas dengan kecepatan tinggi. Orang itu menatap terus sampai jejak Ze menghilang dari penglihatan nya, lalu dia juga sama menaiki mobil yang dia kenakan dan pergi dimana tempat dia bertarung dengan Ze atau bisa dibilang Mr. Z orang yang misterius dan susah dicari keberadaan nya dan sekarang dia sudah menemukan orang yang dia cari. sudut bibir orang itu terangkat seakan tersenyum tipis karena senang, dan dia memutuskan kembali ke apartemen tempat tinggalnya. "Menarik." Kata dia kira-kira seperti itu. Ze sampai di sekolah dan ternyata sekolah cukup sepi dan sepertinya sudah pada pulang, dia melihat kearah jam tangan yang ia kenakan dan menunjukan pukul setengah tiga. mungkin saja adiknya sudah pulang terlebih dahulu menggunakan angkutan umum atau taksi. Ponsel Ze berdering dan mendapat panggilan, lalu dia segera mengangkatnya sembari menelusuri apakah adiknya menunggu atau sudah pulang. Halo kak , aku sudah sampai rumah diantar oleh teman ku. dimana Kakak sekarang, apakah kakak menunggu ku di sekolah? Iya kakak ada disekolah mu, maaf ya jika tadi kakak terlambat menjemput dirimu karena kakak tadi sempat ada urusan mendadak jadi lama menjemput mu. Tidak apa-apa kak, aku akan menunggu kakak pulang ya aku sudah menyiapkan makanan untuk kita berdua. Iya kakak akan segera pulang, ingat kunci rumah dan jika ada seseorang yang bertamu jangan buka selagi kakak belum sampai rumah. Siap kak, see you and love you kak. Too adik kakak. Ze yang mendapat kabar jika adiknya sudah kembali ke rumah, dia segera membelokan motornya dan kembali ke rumah. jalanan di area Jakarta memang sangat padat dan juga hawa nya sedikit panas karena mungkin ini mendekati musim panas. Ze sudah sampai di depan rumah, dia memarkirkan motor nya dan menguncinya jangan lupa untuk mengunci stang. Ze mengetuk Pintu dan menunggu adiknya untuk membuka pintu nya, dan akhirnya Naya membuka pintunya dan menyambut sang kakak dengan ramah. "Kakak kenapa wajah kakak ada luka seperti ini? apakah kakak tidak apa-apa." Naya merasa cemas karena ketika pulang dia melihat area wajah kakaknya ada sedikit luka seperti goresan. Naya memang tidak Suka jika kakaknya terluka, apalagi ini sepertinya luka baru, dia menarik tangan kakak dan membawanya ke ruang tamu untuk mengobati luka kakak dengan P3K yang ia punya di rumah. "Bagaimana kakak bisa terluka, apakah kakak berantem? atau dipukul oleh preman dekat sekolah adik." Kata Naya fokus mengobati Ze dengan telaten, dan terkadang Ze meringis karena luka nya terkena obat untuk mengobati dirinya. "Ini hanya luka sedikit, kakak tidak apa-apa. Oh ya apakah kamu sudah makan? jika kamu sudah lapar jangan menunggu kakak, nanti seandainya kakak pulang sedikit terlambat lalu kamu belum makan nanti maag mu bisa kambuh lagi." Ze jika susah bersangkutan dengan kesehatan Naya dia akan seperti ibu-ibu komplek yang sedang memarahi anaknya. Benar-benar jiwa emak-emak sejati, Ze jika di dalam rumah dia akan cerewet sekali berbeda di luar rumah dia akan sedikit lebih pendiam dan juga irit bicara. Karena menurut nya itu akan membuang waktu dan tenaga nya saja, lagi pula banyak tugas yang belum diselesaikan juga kan. jadi gunakan waktu sebaik mungkin dan jangan sampai membuang waktu saja, lagi pula dia bukan orang seperti itu. "Ih kakak itu seperti ibu teman sekelas ku yang suka mengomeli anaknya." Naya memanyunkan bibirnya karena ia merasa kesal jika kakaknya sedang mengomel. Ze yang gemas mencubit pipi sang adik sampai sang empu kesakitan, Naya berusaha menepis lengan kakaknya tetapi sia-sia saja karena tenang kakaknya jauh lebih kuat. "Huaaa kak sakit, nih lihat pipi adik sudah seperti bakpao kan." Naya mengembung kan kedua pipinya lalu menengok ke samping dan melipat kedua tangannya ke d**a. "Iya deh maafkan kakak ya, sudah jangan menangis lagi. jika kamu menangis lagi nanti bertambah jelek loh, tuh lihat hidung mu memerah karena kebanyakan menangis." Kata Ze menunjuk hidung Naya yang memang sudah memerah karena kebanyakan menangis. sudah lima hari sang kakak tinggal di Jakarta bersama, tinggal 3 hari lagi dia akan pentas di sekolah. ia ingin kakaknya melihat pertunjukan dirinya pada saat pentas, semoga saja kakak bisa menonton pertunjukan ku. "Kak ini diminum obatnya, lalu istirahat lah karena aku akan pergi bekerja dan sudah terlambat nanti bisa bos aku marah besar." Naya beranjak dari tempat duduk dan menunju ke kamar untuk berganti pakaian. "Kamu tidak usah bekerja lagi, kan ada kakak yang akan mencukupi kebutuhan kita. lagi pula kamu harus fokus sekolah kamu, katanya mau kuliah di luar negeri. jadi fokus lah ke pelajaran kamu dan untuk urusan uang biar kakak yang mengatasi nya." Kata Ze memegang wajah sang adik dan menatapnya sangat dekat. "Tapi... itu aku akan memberi tahu atasan ku dulu jika mau berhenti bekerja, tetapi untuk hari ini biarkan aku berangkat ya kak sekalian memberi tahu bahwa aku akan mengundurkan diri." Ze menarik nafas panjang, sebelum memberi keputusan. Memang benar jika ingin mengundurkan diri harus memberi tahu atasnya dan jangan kabur begitu saja, jadi dia mengijinkan Naya untuk berangkat hari ini. "Baiklah kakak izinkan, tetapi biar kakak saja yang mengantarkan mu. lagi pula kakak juga akan keluar untuk membeli sesuatu di minimarket di depan." "Baiklah kak, aku siap-siap dulu kalau begitu.kakak duduk dulu saja dan jangan lupa itu minum air nya pasti kakak haus kan." "Iya adik kakak yang satu ini." Ze mencium pipi adiknya dan dia duduk kembali sambil minum air yang telah disediakan oleh Naya tadi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN