Latihan pertama

1040 Kata
Naya lebih memilih menyanyi solo di acara nanti, karena dia memiliki suara yang indah dan menghanyutkan maka dari itu ia memilih menyanyi saja. Naya bukan hanya bisa menyanyi saja, dia juga bisa bermain alat musik. awal dia suka musik pada usia 10 tahun yang diajarkan oleh bundanya yang memang bisa bermain alat musik. kakaknya juga sama bisa menggunakan alat musik, alat musiknya itu drum, sedangkan Naya bisa menggunakan Gitar, piano dan juga ?. Ayahnya juga sama bisa menggunakan alat musik, alat musiknya itu seruling dan juga Gitar. dulu ayahnya itu pemain gitar terbaik sedangkan bundanya pemain piano ? terbaik, jadi tak salah jika Naya dan juga kakaknya jago dalam bermain musik karena turun-temurun dari Ayah dan bundanya. Bunyi gitar dipetik pun terdengar, alunan lagu sudah terdengar jelas. suasana yang sunyi membuat nya tampak indah didengar. awal lirik lagu pun dimulai. Anata kara kurushimi o ubaeta sono toki Watashi nimo ikiteyuku yuuki nga waite kuru Anata to deau made wa kodoku na sasurai-bito Sono te no nukumori o kanji sasete Ai wa itsumo rarabai Tabi ni tsukareta toki Tada kokoro no tomo to Watashi o yonde Shinjiau koto sae dokoka ni wasurete Hito wa naze su’ngita hi no shiawase oikakeru Shisuka ni mabutaa tojite kokoro no doa o hiraki Watashi o tsukandara namida huite Ai wa itsumo rarabai Anata nga yowai toki Tada kokoro no tomo to Watashi o yonde Ai wa itsumo rarabai Tabi ni tsukareta toki Tada kokoro no tomo to Watashi o yonde (Kokoro No Tomo by Mayumi Itsuwa) Nada gitar dipetik pun berakhir, terdengar suara tepuk tangan dari arah pintu, ternyata ada yang melihat dirinya latihan. padahal pintu ruang musik udah ia tutup dan ia jamin jika tidak ada yang melihatnya, namun mengapa sekarang ada? bukannya ini sudah waktunya pulang sekolah?. Yang tadi melihat penampilan Naya itu Atha, karena dia merupakan ketua OSIS jadi dia biasa pulang terlambat bahkan sampai malam dia masih di sekolah. "Sedang apa kakak disini?" Kata Naya bertanya kepada Atha yang masih tetap berada di depan pintu. "Hanya kebetulan saja, oh ya tadi suara kamu merdu sekali. Apa kamu itu untuk lomba nanti?" Tanya Atha dan Naya hanya mengangguk bertanda bahwa jawabannya iya. "Selain gitar kamu bisa main alat musik apa saja?" "Saya bisa gitar, piano dan biola kak. memangnya ada apa kakak bertanya seperti itu?" Naya penasaran saja mengapa ketua OSIS ingin tahu ia bisa bermain alat musik apa saja. mereka pun melanjutkan mengobrol dan Naya sambil meletakkan kembali gitar itu ke tempatnya, namun sebelum itu dilakukan Atha sempat menahannya lebih dulu. katanya ia ingin berduet nyanyi dengan Naya, siapa tahu saja cocok bukan. Atha juga tak kalah jago menyanyi, bahkan dia pernah mendapatkan penghargaan di umurnya yang masih 9 tahun. dia merupakan penyanyi cilik yang terkenal di kota ini. "Bolehkah kita bernyanyi bersama? saya ingin berduet denganmu." Kata Artha yang ingin bernyanyi bersama sepupunya ralat adik sepupu maksudnya. "B-boleh mengapa tidak, itu akan seru juga. namun kita akan menyanyikan lagu apa kak?" Tanya Naya sambil memangku gitar. "Terserah kamu saja, apa lagu yang kamu suka Naya?" "Bagaimana kalo nyanyi lagu sweet Night lagu dari Kim Taehyung, pasti pernah dengar kan?" Ini juga lagu kesukaan Naya, karena Naya pecinta K-Pop. "Pernah, boleh juga. dimulai dari saya dulu ya." "Ok kak." jreng suara petikan gitar terdengar, alunan musik yang indah terdengar. On my pillow Can't get me tired Sharing my fragile truth That I still hope the door is open 'Cause the window Opened one time with you and me Now my forever's falling down Wondering if you'd want me now Cause the window Opened one time with you and me Now my forever's falling down Wondering if you'd want me now (Bagian Atha) jreng How could I know One day I'd wake up feeling more But I had already reached the shore Guess we were ships in the night Night, night Hoo, hoo, hoo, hoo, hoo, hoo Hoo, hoo, hoo, hoo, hoo, hoo (Bagian Naya) We were ships in the night, night, night I'm wondering Are you my best friend Feel's like a river's rushing through my mind I wanna ask you If this is all just in my head My heart is pounding tonight I wonder. (Bagian Atha) If you Are too good to be true And would it be alright if I Pulled you closer How could I know One day I'd wake up feeling more But I had already reached the shore Guess we were ships in the night Night, night Hoo, hoo, hoo, hoo, hoo, hoo Hoo, hoo, hoo, hoo, hoo, hoo Hoo, hoo, hoo, hoo, hoo, hoo Hoo, hoo, hoo, hoo, hoo, hoo, hoo We were ships in the night Night, night (Naya and Atha) Lagu pun selesai dinyanyikan, kini sekarang malah bertambah ramai yang lihat pertunjukan Naya dan Atha. mereka para guru serta murid sekelas Naya yang belum pulang dan biasa mereka bermain dulu di sekolah seperti kumpul-kumpul di kantin. "Wah Aya pintar banget main gitarnya." Puji salah satu teman nya. "benar, suara kamu indah sekali Naya. bukannya kamu akan ikut lomba nanti bukan?" Tanya guru yang bernama pak Mario Hasan, selaku guru sejarah. "Benar pak." "Saya yakin kamu pasti menang Nak Naya, kamu sangat berbakat sekali." pujinya guru seni musik yang bernama Purnama bulan sari atau sering di panggil Bu sari. "Terimakasih para guru dan teman-teman semua karena sudah memuji saya," Mereka mendukung jika Naya anak yang dikenal jenius dalam akademik di sekolah, Para guru serta murid-murid di sekolah menunggu performance Naya di lomba nanti. Naya yang merasa gugup dan nanti pada saat ia di panggung nanti, karena itu Naya akan berusaha semaksimal mungkin dan melakukan yang terbaik agar semua orang yang mendukung nya tidak merasa kecewa kepadanya. Namun ada seseorang dari balik pohon menonton dari awal sampai akhir, ada sedikit tak suka dihatinya jika Atha berada di dekat Naya apalagi sampai dekat seperti suka. Karena dia juga sangat suka bahkan sudah cinta kepada Naya, namun dia tak berani mengungkapkan perasaan nya ini. dia hanya sembunyi yang selalu menatap serta mengawasi Naya dari jauh saja. bisa dikatakan bahwa dia penakut katakan saja jika dia penakut, karena itu memang kebenaran nya. dia takut jika Naya akan menolaknya serta menjauh dari dirinya. biarkan Tuhan dan dirinya saja yang tahu tenang perasaan nya, mungkin itu akan lebih baik.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN