Misterius

1022 Kata
Naya selesai latihan dia langsung pulang, karena hari ini ia mendapat sif malam jadi ia memutuskan untuk pulang dan istirahat agar malam nya ia tidak kelelahan. Biasanya Malam Minggu Cafe akan tutup lebih larut dari biasanya, kalian pasti tahu bukan banyak orang berpacaran yang jalan-jalan pada malam Minggu? Jadi itu sudah aturan dari Cafe dan sebagai pekerja yang baik Naya harus mematuhi nya. bukan hanya dirinya saja tetapi ada juga pekerja lain yang akan lembur kerja malam ini, di sekolah Naya hari Sabtu tetap berangkat dan akan libur hanya hari Minggu saja, berbeda dengan yang lainnya jika Hari Sabtu-Minggu libur. itu sudah ketentuan sekolah yang hanya libur pada hari Minggu. "Sebaiknya aku pergi tidur saja agar malam tidak mengantuk." Kata dirinya sendiri lalu, dia sudah lelap tidur dan menjelajahi alam mimpi. Namun tidak dengan seseorang yang tadi melihat kedekatan Atha dengan Naya di sekolah, dia kini sedang berada di salah satu taman kota yang lumayan sepi karena ini masih pukul 2 siang, siapa yang mau ke taman pukul 2 siang? itupun akan Jarang sekali karena panasnya matahari yang terik tepat di kepala kita. "Apakah aku benar suka dengan gadis itu? tetapi tidak mungkin hatiku yang mirip dengan bisa bisa luluh karena seorang gadis saja?" Kata dia yang terus memikirkan Naya yang senyuman nya membuat ingin sekali mengurungnya. Glek Dia meminum minuman soda dengan satu kali minum saja, karena ukuran gelasnya yang kecil hanya membutuhkan sekali minum. itu sudah menjadi kebiasaan nya jika ada masalah ia akan meminum banyak soda, berbeda dengan yang lain, jika mereka sedang banyak masalah maka mereka akan memilih minuman beralkohol dengan kadar tinggi lalu mabuk kesana-kemari. itulah perbedaan antara dia dengan laki-laki yang lain. "kau membuatku tergila-gila baby girls, jangan harap kau bisa lari dariku." Katanya dengan senyuman sedikit menakutkan seperti seorang yang sudah terobsesi sambil mengusap sebuah foto yang ia ambil tadi. Karena dia merasa lapar, dia keluar untuk menutupi rasa laparnya mampir ke Cafe dekat rumahnya. Kalian penasaran bukan bagaimana mereka bisa bertemu, padahal itu pertemuan tidak sengaja. Naya yang waktu itu sedang terburu-buru karena terlambat bekerja, sedangkan dia sedang berjalan sambil menikmati alunan musik menggunakan earphone yang sudah terpasang di telinganya. saking menikmati nya dia tidak melihat jika ada seorang gadis dari arah berlawanan menabraknya. Pertama kali yang ia lihat yaitu mata gadis itu yang tampak membuat orang melihat nya merasa tenang, dan tentram. matanya yang membuat memabukkan itu Sampai dia terpana, gadis yang menurutnya sangat imut. lihatlah dia seperti anak TK dan postur tubuhnya serta tingginya yang hanya sebahu nya saja itu membuat dirinya seperti ada aliran listrik yang mengalir ditubuhnya. apakah mungkin dia jatuh cinta pada pandangan pertama? tapi itu mungkin bisa saja. Malam harinya Naya sudah akan berangkat kerja, karena jam sudah menunjukkan pukul 7 malam dia segera berangkat agar tidak terlambat bisa-bisa dia di beri sangsi karena terlambat datang. Naya sudah sampai di Cafe dan dia langsung menuju ke dalam dan meletakan tasnya lalu dia membantu yang lain melayani pembeli. "Kak ini biar aku saja yang hantarkan, ini pesanan meja nomor berapa?" Kata Naya yang bertanya yang sudah membawa nampan yang berisi pesanan pembeli. Karena Naya belum mengetahui ini pesanan meja nomor berapa, maka dari itu dia bertanya lalu dijawab," Ini meja nomor 6, tuh orang yang memakai Hoodie hitam yang masih memainkan ponselnya. "Iya kakak, baiklah aku akan mengantarkan nya." Lalu Naya mengantarkan makanan itu. "Kakak kerjakan saja yang lain, kakak juga disuruh ke dapur oleh kak Seno di dapur. tuh sudah ditunggu oleh kak Seno." "Baiklah, kakak akan ke dapur dulu, kamu hati-hati bawanya ya." "Siap kakak." Naya berjalan dengan ramah dan meletakan makanannya di meja sambil berkata," Ini pesanan yang anda pesan, silahkan dinikmati. Jika perlu sesuatu minta pelayan lain atau saya, kalau begitu saya permisi." Naya pun ingin kembali, sebelum dia berbalik tangan nata sudah dicekal dulu olehnya. "Kenapa?" Kata Naya sambil menaikan satu alisnya. "Pulang kerja saya tunggu." Kata dia seperti itu pada Naya, lalu dia melepaskan pegangan tangan. Naya bingung dengan orang yang tadi ia hantarkan makanan nya itu, apakah dia memiliki masalah dengannya? atau dirinya mengenal orang tadi? sepertinya tidak. "Apakah Aya mengenalnya? perasaan Aku tidak pernah kenal dengannya?." Batin Naya keningnya mengkerut saking bingungnya. Sepulang kerja sesuai janji dengan orang itu, dia pun ikut saja siapa tahu ada masalah penting atau ada yang ingin ia bicarakan. Orang tadi sudah menunggu di luar sejak tadi mungkin maybe. mereka berbincang dan mampir ke restauran sambil mengisi perutnya yang sudah lapar. "Jus jambu satu." Kata dia. "Kalo saya pesan Mocha frappuccino satu." Kata Naya ",Kamu tidak makan?" Tanyanya yang bingung mengapa Naya tidak memesan makanan. "A-a tidak perlu aku masih kenyang." Naya berpura-pura menolak karena laki-laki itu membawanya ke tempat Restaurant mewah yang harga fantastis. "Saya traktir, pesan sekarang." Kata dia memaksa. "Baiklah kalo begitu saya pesan nasi goreng saja." "Saya ulangi lagi, chicken katsu, Nasi goreng, terus minumannya Jus jambu sama Mocha frappuccino. apakah ada yang lain." "Tidak." Katanya dengan nada dingin dan wajah datar. Mereka hening satu sama lain, tanpa ada perkataan sedikitpun. mereka merasa canggung dan Naya memegang ujung bajunya karena dia merasa ada rasa takut namun ia merasa nyaman jika berada di dekatnya entah itu perasaan apa. Naya sendiri juga bingung, apakah dia kenal dengan dia? apakah sebelum nya dia pernah dekat? rasanya sangat tenang sama seperti dia dekat dengan Atha. ada rasa tenang, nyaman dan juga ingin sekali terbuka. maksudnya ingin sekali berbicara nyaman tidak menutupi apapun kepadanya seperti hubungan keluarga. itulah yang dirasakan Naya di hatinya, sama seperti dia dekat dengan kakaknya yang ada di Tanggerang, rasanya sama seperti sekarang. Mungkinkah ini tandanya dia suka? ataukah cinta? tapi baru pertama kali nya dia merasa aman kepada seseorang selain kakak, kedua orangtuanya dan juga sekarang lagi dekat dengan Atha sang ketua OSIS yang terkenal Most wanted di sekolah nya. Entah alasan apa Atha jika disekolah dekat dengannya selalu, apakah dia ingin berteman dengan Naya, atau ada maksud lain kedekatan Atha dengan Naya. terkadang ia ingin curhat kepada Kakak nya apa yang lewati semasa di Jakarta, sudah lama dia tidak menghubungi kakaknya. terakhir kali ia telepon waktu seminggu yang lalu. Bagaiman kisah selanjutnya, apakah benar laki-laki itu benar menaruh hati pada Naya?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN