Naya kini sedang berada di kelas karena dia sedang membaca buku sendiri, semua orang pada menuju ke kantin karena ini jadwal istirahat. ada juga yang berada di ruangan lain dan entah apa yang mereka lakukan, namun tidak dengan Naya karena dia betah dan lebih memilih membaca buku yang tadi sempat di bahas dalam pelajaran jadi ia sempatkan untuk baca dan pelajari lagi. Minggu depan dia akan melaksanakan ulangan harian dengan mapel Kimia, itu lumayan sulit namun tidak bagi Naya yang rajin belajar dan sangat menyukai pelajaran Kimia.
Kemudian datanglah seorang temannya ke kelas, mungkin dia baru saja dari kantin karena dia membawa botol minuman dingin yang ia bawa di tangannya. Naya kira itu untuk dirinya sendiri, namun ternyata untuk dirinya yang asik membaca sampai tidak mengetahui jika ada seseorang yang mendekat ke arahnya.
"Minumlah dulu, dan ini makanlah roti agar kau tidak kelaparan." katanya sambil menyerahkan sebotol minuman dan satu roti rasa cokelat.
"Tidak perlu sebaiknya buat kamu saja, lagipula takut merepotkan mu dan tidak enak dengan yang lain." Tolak Naya dengan memberikan kembali minuman serta roti itu.
"saya sudah makan, dan saya sengaja membelikannya untuk kamu makan. saya tahu anda tadi tidak sempat sarapan bukan, jadi makanlah." Dia kembali memberikan roti dan minuman itu kepada Naya, jadi mau tidak mau Naya harus menerimanya untuk menghormati dia yang sudah membelikannya untuk dirinya.
"Terimakasih, maaf jika aku menyusahkan mu. besok jangan belikan aku lagi, aku merasa tidak enak kepadamu." Anak itu mengangguk lalu dia duduk di tempatnya
Kemudian Naya memakan roti yang diberikan anak tadi sampai habis serta minumannya, kemudian setelah itu dia melanjutkan baca serta mengecek tugas yang ia kerjakan apakah ada kesalahan atau tidak.
Lalu ponsel Naya tiba-tiba berdering, entah dari siapa yang menelepon nya jam segini apalagi dia masih di sekolah. untung saja ini masih jam istirahat, jika tidak nanti bisa ponselnya disita oleh guru dan melaporkannya ke BK.
'Halo kak ada apa menelpon ku.'
'kakak sudah sampai di rumah mu, apakah ada kunci cadangannya jika kakak menunggumu itu akan sangat lama.'
'kenapa kakak tidak bilang kepadaku jika kakak jadi datang hari ini, kan Aya sudah bilang jika kakak ingin ke sini bilang Aya dulu, nanti biar Aya siapkan kamar untuk kakak'
'maafkan kakak tidak sempat menelepon mu terlebih dahulu, karena ponsel kakak tadi kehabisan baterai dan power Bank kakak tadi di dalam tas jadi sedikit susah mengambilnya.'
'kuncinya tidak aku bawa kok, aku letakan di selipkan dalam teks sepatu. cari saja kak pasti ketemu kok, oh ya Aya baru ingat letaknya di sepatu Aya warna putih itu loh ada tidak kak.'
'Bentar kakak cari dulu.'
sambil Naya menunggu sang kakak mencari kuncinya dia sambil melanjutkan belajarnya, lalu kemudian kakaknya berkata.
'Kakak sudah menemukannya, maafkan kakak ya udah menganggu waktu adik. kalau begitu ingat jangan pulang lama, dan langsung pulang. karena kakak akan memasarkan sesuatu untuk adik kakak ini.'
'siap kak, udah dulu ya karena gurunya sudah datang. selamat siang kak! love you.'
'Too adik Abang, belajar yang rajin ya.'
karena sudah bel, guru pun beberapa menit kemudian sudah datang dan pelajaran selanjutnya pun dimulai hingga jam terakhir. Naya jam istirahat kedua pun sama masih saja di kelas, karena dia hari ini tidak punya uang untuk beli makanan karena harga makanan disini cukup mahal dan itu bahkan 2x lipat harga di pinggir jalan.
Siswa-siswi disini biasanya membawa uang saku paling banyak 100 hingga 200 lebih juga ada, paling sedikit hanya 100 k saja, itupun harga makanan nya hampir 50 k, itu baru makananya saja dan belum minumannya.sangat mahal bukan, tidak di kota nya yang hanya harga paling murah itu 10 k dan itupun sudah bisa beli mie ayam atau bakso. Jika disini ia tidak dapat, jangankan bakso nasi putih aja sudah 10 k harganya, belum dengan lauknya.
Sepulang sekolah seperti kata sang kakak, dia segera pulang dan tidak pergi kemana-mana dan juga tidak pergi bekerja, dia sudah mendapatkan izin untuk tidak pergi bekerja dulu untuk hari ini dengan alasan akan menjemput sang kakak di terminal.
"Salom kak!"
"eh adik kakak sudah pulang, bagaimana di sekolah apa ada yang seru?" Tanya sang kakak serta meletakan tas adiknya di ruang tamu dulu.
"Seperti biasa kak tidak ada yang sepesial sama sekali, oh ya apakah Kaka sudah makan?"
"sudah, kakak habis belanja kebutuhan dapur karena bahan-bahan punya sudah pada habis, dan kenapa kamu tidak belanja ha! apa selama ini kami tidak pernah masak?" Tanya sang kakak penasaran dengan kehidupan adiknya di Jakarta selama ini.
"A-aku selalu memasak kok kak, ya tapi tidak sebanyak di rumah kita si. hanya telur sama mie instan atau sayur sup saja, itu saya Aya bersyukur bisa makan."
Sang kakak mendengar perkataan adiknya baru saja merasa menjadi kakak yang buruk bagi adiknya, karena umur adiknya masih muda dan juga masih sekolah, tetapi adiknya sudah bekerja dan mencari uang sendiri. jika orangtuanya masih hidup pasti kehidupan sang adik dan dirinya tidak sesusah ini, yang ia dengar bahwa pekerjaan kedua orangtuanya ialah seorang pemilik kantor, namun kemana hasilnya? dimana surat-surat kantornya, lalu dimana wasiat yang ditinggalkan oleh kedua orangtuanya? mengapa tidak ada sama sekali, apakah orangtuanya bangkrut terus uangnya buat melunasi hutang-hutangnya, atau semua uangnya sudah dirampas dan untuk menggaji karyawan mereka semua.
"Ayah bunda kalian memiliki rahasia yang banyak, kita berdua belum tahu apa rahasia yang kalian simpan selama ini. tapi saya pastikan jika saya akan menemukan dan menemukan apa yang kalian sembunyikan dari kami, karena saya adalah seorang Hacker handal dan profesional. semua bisa saya selesaikan semuanya, membobol beberapa saham saja saya sudah bisa dan jago."Monolog nya karena dirinya juga memiliki beberapa rahasia yang tidak adiknya tahu selama ini.
"Kak, halo kak kenapa kakak diam saja? apakah Kaka sedang sakit? katakan pada Aya kak."
"eh eh tidak kok, kakak tidak melamun. ayo kita ke meja makan karena Kakak sudah menyiapkan makanan untuk adik kakak yang imut ini." kata kakaknya, lalu mereka berdua pun makan bersama-sama, karena sudah lama sekali tidak makan bersama seperti sekarang. ia merindukan momen ini, momen bersama dengan sang kakak.
"Kak, aya kan dua Minggu lagi akan ikut lomba pentas seni. Aya ingin kakak tonton ya pertunjukannya, Aya mohon kak kali ini saja. karena hadiah untuk lomba kali ini ialah beasiswa ke Korea kak, jadi doakan Aya biar menang dan bisa ikut pertukaran pelajar ke Korea."
"Hum kakak selalu mendoakan adik kakak ini, tapi kalau untuk datang kakak tidak bisa janji. tapi kakak akan usahakan untuk melihat pertunjukan adik kakak ini, apa si yang buat adik Abang yang imut dan cantik ini."
"Aaaa sayang kakak banyak-banyak." Kata Naya sambil memeluk kakaknya dengan erat, dia benar-benar senang sekali kali ini karena dia tidak kesepian lagi.
itulah momen Antara kakak beradik yang sangat mengharukan ini, sang kakak berjanji akan selalu berada di sisi adiknya serta melindungi dari orang jahat yang berani melukai dia sedikitpun. karena Jiak itu terjadi maka, dia akan menghancurkan orang yang berani membuat adiknya terluka dan sedih.
dia berjanji akan selalu dilindungi adiknya dan dia juga sudah berjanji kepada kedua orangtuanya bahwa dia tidak akan membiarkan siapapun yang membawa adiknya pergi jauh.tidsk peduli dia siapa yang penting keselamatan sang adik yang paling utama di hidupnya.