Penyesalan kedua saudara Keyla

962 Kata
Disisi lain Crall yang tengah duduk bersama wiliam mendapatkan informasi dari orang-orang kepercayaan Delon. Mereka mengatakan....." Tuan nyonya Keyla keracunan karena memakan coklat pemberian pelayan tadi kepada Tuan Delon, pelayan yang dimaksud adalah pelayan yang menangis dan berlutut dikaki Delon saat kejadian itu terjadi. Setelah memaksanya untuk mengatakan hal yang sebenarnya dan alasan dia melakukan itu karena dia disuruh oleh seseorang yang tidak lain adalah saudara Keyla, Susanti dan juga Lili... Katakan pada kami Tuan apa yang harus kami lakukan" tanya orang itu dari seberang telfon. Mendengar hal itu Crall dan Wiliam sangat terkejut mereka langsung menghampiri Delon dan menjelaskan semuanya.  Mendengar hal itu Delon sangat murka "pantas saja dari tadi aku belum melihat mereka mengunjungi saudara mereka" Delon begitu marah.. Tanpa pikir panjang Delon langsung menceritakan semuanya kepada kedua orang tua Keyla... Dan betapa terkejutnya mereka.. "Bagaimana mungkin mereka melakukan hal seperti itu" tanya Brito tidak percaya bahwa kedua anak gadisnya adalah pembunuh.. Hiks hiks hiks "Bagaimana mungkin mereka melakukan hal itu pada saudaranya sendiri" ucap Sulasmi dengan sangat kecewa dengan kedua putrinya itu. Delon yang melihat itu benar-benar tidak bisa menahan dirinya lagi... "Crall...!!!" Panggil Delon dengan nada tingginya Crall pun dengan sigap menghadap Delon. "Seret kedua wanita iblis itu kehadapan ku sekarang juga" ucap Delon dengan penuh kemarahan "Baik.." ucap Crall dan langsung berlalu dari sana namun Wiliam tetap bersama Delon, dia takut jika Delon melakukan hal gegabah dirumah sakit itu. Brito dan Sulasmi yang mendengar Ucapan Delon, mereka hanya bisa pasrah mereka sudah tidak bisa melindungi kedua putrinya karena mereka memang salah dan wajib mendapatkan hukuman yang setimpal. Disisi lain Susanti dan Lili tengah berdebat didalam hotel, " Susan bagaimana ini, kita bisa dibunuh oleh Delon" ucap Lili dengan sangat panik. " Diamlah aku tidak bisa berpikir karena kamu terus seperti ini" ucap Susanti dengan gerakan melihat adeknya itu. " Ini semua salahmu jika kamu tidak menyuruhku untuk membeli racun itu maka kita tidak akan terjebak dalam masalah ini" ucap Lili menyalahkan Susanti " Kenapa kamu tiba-tiba menyalahkan aku bukannya kamu sendiri yang mengatakan bahwa kamu ingin menyingkirkan Keyla dari kehidupan Delon, lalu kenapa sekarang kamu menyalahkan aku" ucap Susanti dengan amarahnya " Sekarang kita harus bagaimana" tanya Lili khawatir " Lebih baik kita meninggalkan tempat ini saja" belum sempat mereka menuju pintu keluar tiba-tiba Dubrakkkk Pintu hotel itu didobrak oleh beberapa laki-laki yang bertubuh kekar lalu menangkap mereka berdua, " siapa kalian lepaskan kami apa kalian tidak tau siapa kami" ucap Susanti  "Siapa kalian???" Tiba-tiba suara laki-laki yang muncul dari balik pintu mengejutkan mereka berdua "Ka_kamu" ucap Lili "Bawa mereka sekarang juga" perintah Crall kepada beberapa bodyguard itu. "Batik Tuan" jawab mereka serempak "Apa yang kalian lakukan lepaskan kami" Susanti dan Lili terus berteriak namun Crall tidak mau lagi mendengar mereka. Crall benar-benar terpukul dengan keadaan Keyla saat ini, "kenapa harus Keyla yang merasakan semua penderitaan ini" ucap Crall didalam hati. Walaupun Keyla sekarang telah menjadi nyonya syahrasta namun perasaan Crall masih belum sepenuhnya hilang. Dirumah sakit Delon benar-benar sudah putus asa menunggu para dokter itu selesai dengan pekerjaan mereka, selang beberapa waktu akhirnya dokter-dokter itu keluar dan Delon langsung menghampiri mereka. "Dok bagaimana keadaan istri saya dan juga calon anak saya dok" tanya Delon dengan sangat hawatir. "Maaf tuan Delon kami memang bisa menyelamatkan nyonya Keyla tapi tidak dengan bayinya ataupun sebaliknya" ucap dokter itu membuat Delon bingung. " Apa maksudmu Dok" tanya Delon  " Begini tuan sebelumnya anda telah mengetahui bahwa racun yang menyerang tubuh nyonya Keyla adalah racun yang sangat langka, kami juga sedang berusaha untuk membuat penawar racunnya namun hal buruknya adalah penawar racun itu sangat susah untuk didapat juga susah untuk dibuat. Kami benar-benar sudah tidak bisa lagi untuk mendapatkan penawar yang cocok"  "Karena itu jika Tuan masih ingin bertemu dengan orang yang anda cintai maka buatlah pilihan yang tepat, istri anda atau calon bayi anda yang akan kami selamatkan. Mendengar hal itu Delon benar-benar sangat emosi juga sangat hancur, disisi lain istrinya yang sangat dia cintai dan bayinya yang ingin melihatnya. Delon benar-benar sangat frustasi " Jika tuan telah menentukan keputusan nya maka silahkan menandatangani surat perjanjian nya" ucap kembali dokter itu dan berlalu dari sana Saat itu ayah dan ibu Keyla benar-benar sangat terkejut mendengar hal itu, mereka tidak menyangka jika putrinya akan merasakan penderitaan yang sangat pahit. Tak lama setelah itu Crall tiba dirumah sakit bersama beberapa bodyguard yang membawa kedua saudara Keyla. Ketika Delon melihat mereka, amarah Delon mulai tak terkendali. Untungnya saat itu dokter langsung menghampiri Delon dan memaksa Delon untuk secepatnya menandatangani surat perjanjian tersebut karena kondisi istri Delon benar-benar sangat memburuk karena efek racun sebagian telah diserap oleh beberapa organ tubuhnya memungkinkan Keyla akan lumpuh total jika tidak melakukan penanganan secara cepat. Delon yang sudah benar-benar frustasi tiba-tiba berlutut sambil menangis, Delon benar-benar tidak bisa melihat orang-orang yang dia cintai harus pergi meninggalkan seperti dulu saat kedua orangtuanya meninggal karena ulah Monica. "Key... Maafkan aku, karena aku harus merelakan calon anak kita pergi" teriak Delon sambil terus terisak "Nak...ayah dan ibu akan tetap mendukung apapun keputusan mu" ucap Brito Wiliam yang melihat Delon yang berlutut pun mulai mengangkatnya dan membawa Delon keruang dokter itu untuk menandatangani surat itu. Saat Delon sudah sampai dan duduk di kursi depan meja dokter itu, belum sempat Delon menandatangani surat itu tiba-tiba dari arah pintu ada dokter lain yang berteriak. " Tunggu.... Tuan Delon ini ada berkat akhirnya kami menemukan obat penawarnya, nyonya dan calon bayi anda dapat untuk kami selamatkan" ucap dokter itu seketika membuat Delon berdiri. "Benarkah dok apa masih ada harapan untuk istri dan calon anak saya???" Ucap Delon dengan sangat gembira "Iya tuan maka dari itu kami permisi dulu" ucap dokter itu dan berlalu dari sana "Syukurlah Tuhan terimakasih" ucap Delon dengan segala ucapan syukurnya yang membuat Wiliam tersenyum, akhirnya sahabatnya itu bisa bernafas dengan lega.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN