- HAPPY READING - Pagi-pagi sudah riweuh. Inilah repotnya kalau cuma ada satu kamar mandi untuk lima orang yang kebetulan hari ini mau berangkat bareng semua. Tenang saja. Faris tetap tidak akan ikut, kok. Rencananya nanti kami berpisah di stasiun MRT. Faris ke kantor, sementara aku, Farhan, Mama dan Tante Firda ke butik Takiga. Semalam aku sudah mewanti-wanti Takiga supaya menjaga sikapnya padaku selama Mama di sana. Pokoknya jangan sampai ada yang curiga. Awalnya Takiga sempat menolak. Malah dia bilang, ini kesempatan bagus untuk mengambil hati mamaku. Juga sekalian meminta restu buat jadi pacarku. Di situ aku langsung kehilangan kata-kata. Sebenarnya aku sedikit merasa terharu, sih. Ini pertama kalinya ada lelaki yang seserius itu sama aku. Sedikit banyak, aku juga paham pada respons
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


