Ayahnya tidak bercerita jika mantan istri merubah penampilan terbukanya menjadi lebih tertutup, ia suka itu. Semua para orang tua dibuatnya tersenyum melihat tingkah Bima tapi tidak dengan bapaknya Fanya sendiri. Pandangan beliau melirik ke pria yang selama ini menemani kala terpuruk saat putrinya belum kembali, di sana di mata itu tersirat jelas api cemburu yang berkobar membakar hati. Apalagi, pernah memergoki Aris bergumam sendiri mengenai putrinya di dapur pada waktu itu saat Fanya baru pulang. Beliau yang sudah terbangun pura-pura memejamkan mata tidak ingin membuyarkan kesenangan kakak dari anaknya. Aris tidak bisa diam selalu bergerak-gerak mengontrol emosi yang meluap tidak nyaman dengan situasi seperti ini. Semua orang sibuk membahas mengenai niat baik Bima ingin membina kem

