“Salsa!.” “Mas Aris” tangisnya mengadu ke kakak lelakinya. Ditabrak bahu kanan Faiz tidak peduli ia berlari langsung membopong adiknya yang terlihat kesakitan dengan memegangi perut besarnya ke luar rumah. Fakhri sigap lari masuk ke rumah mengambil kunci mobil dan segera menyusul kakak dari iparnya ke luar rumah mendahului lalu membuka pintu belakang mobil lebar-lebar. “Ris!” panggilnya agar segera masuk ke mobilnya. Salsa dibaringkan di kursi belakang lalu pria itu berlari memutari mobil menuju kursi pengemudi. Salsa terus meringis memegangi perut dan tangan kanannya me*remas lengan kaos abangnya menahan sakit di hati dan kandungan. “Tahan, Sa! Iya, Mas di sini. Kita ke rumah sakit sekarang.” Diusa*p-usap lengan Salsa panik takut terjadi sesuatu pada adik serta keponakan yang ada

