Hilangnya Faiz

2019 Kata

“Aku berangkat dulu ya” bisiknya pelan. Mata setengah terbuka, Salsa berbalik badan ke arah suaminya “Jangan lama-lama, ya!” Faiz mengangguk. “Kamu hati-hati di rumah, ada apa-apa telepon!.” “Dek jaga Mama ya, yang pintar kasihan Mama. Papa berangkat dulu.” Die*lus bergantian dahi dan perut Salsa, tangan kekarnya mengusap sayang rambut sahabatnya sebelum menuruni kasur. Ditatap sekali lagi yang tidak kuat menahan kantuk lantas ditutup pintu pelan-pelan agar istrinya kembali terlelap. Salsa berjalan seperti setrikaan tidak tenang melihat jam yang melingkar di tangan sudah hampir setengah tuju malam tapi suaminya yang izin belanja tak kunjung pulang. “Kamu di mana sih Iz?.” Hatinya tak tenang sejak jam sebelas tadi tiba-tiba ia terbangun kaget tanpa bermimpi hatinya berdebar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN