Aku mengendap menuju dapur, ada kopi milik nenek Inur di meja dapur. Mariah biasa menyediakan kopi untuk nenek Inur di pagi buta, selalu begitu dan nenek Inur memang tidak lupa menyeduhnya. Ku buka penutup gelasnya kemudian ku taburkan obat tidur yang telah ku haluskan, ku aduk lagi agar serbuk kopi dan serbuk obat menyatu. Ini adalah upaya ku untuk mengungkapkan misteri yang ada di rumah ini. Aku harus berhasil aku tidak boleh gagal. Pukul tujuh, aku masih duduk di kursi di beranda rumah. Rencana ini telah ku bicarakan bersama suamiku. Hanya kami berdua karena kami tidak ingin rencana kami terbongkar. Sunyi... Sepertinya nenek Inur benar benar telah tertidur. Tampak Mariah berpamitan pada beliau. "Mak, Riah ke pasar dulu, ya ." "Iya, mamak mau tidur, ngantuk sekali rasanya" Aku ter

