Aku memilih diam menunggu sampai mas Hendrik datang baru aku akan keluar. Di sini memang menyeramkan tapi aku harus bertahan, ada sesuatu yang tidak beres di sini. Aku harus tahu itu, aku harus membuat sebuah penemuan agar simpul yang terikat ini terbuka. Aku tidak boleh diam saja. Aku harus berhasil. Hari hampir siang, tubuhku sudah terasa gatal berada di semak-semak ini. Aku tak lagi mendengar suara nenek Inur memanggil namaku. Otomatis cerita tentang nenek Aminah juga berhenti. Jujur, aku merasa tidak nyaman mendengar suara tangisan nenek Aminah tadi, semacam lengkingan tapi aku tidak percaya orang yang sudah mati bisa menangis, melengking, berbisik. Sumpah, aku sangat tidak percaya. Ada dua kemungkinan nenek Aminah terbunuh di sini dan arwahnya gentayangan hingga mengganggu rumah ini

