Chapter 5b

1008 Kata
“Mike... Mike... turunkan aku. A-aku bisa kembali ke kamar sendiri, kau tidak perlu mengantarku seperti ini,” protes Ailee. “Maaf karena sudah menganggumu. Kau kembali saja bekerja.” “Pelankan suaramu, Honey. Kau bisa membagunkan orang-orang.” Ailee seketika langsung menutup mulutnya. “Kalau begitu turunkan aku sekarang. Aku akan kembali ke kamar seorang diri,” bisiknya pelan yang membuat Mike kemudian tertawa. “Jadi kau tidak suka bila aku menggendongmu?” tanya Mike. “Bukan begitu,” jawab Ailee kemudian melingkarkan lengannya di sekitar leher Mike. “Aku hanya tidak ingin merepotkanmu. Aku akan kembali ke kamar sekarang. Kembalilah bekerja.” Karena Mike menggendongnya tiba-tiba Ailee pikir suaminya itu ingin mengusirnya secara halus. Ailee kembali merasa bersalah karena telah mengganggu suaminya hanya karena dirinya yang tidak ingin tidur sendirian di kasur mereka. “Kalau aku menolak?” tanya Mike lagi. Ailee menatap Mike bingung. “Aku tidak akan melanjutkan kerjaku, Aimee. Aku akan kembali ke kamar bersama istriku. Beberapa hari kedepan aku akan meninggalkannya dalam waktu yang lama, jadi sekarang aku ingin memanfaatkan waktu yang kami miliki sebaik mungkin,” jelas Mike menjawab kebingungan istrinya. Sebuah senyum tertahan muncul di bibir Ailee. “Apa tidak apa-apa?” tanyanya ragu. “Tentu saja tidak apa-apa. Kurasa aku bisa melanjutkan pekerjaan itu besok.” Senyum yang tadi tertahan, kini langsung tercetak jelas di bibir Ailee. Ia langsung mengeratkan pelukannya di leher Mike dengan penuh semangat. “Kalau begitu ayo kita kembali ke kamar,” ucapnya dengan suara pelan di sebelah telinga Mike. Mike membawa mereka kembali ke kamar lalu menurunkan Ailee saat mereka berada di sisi boks bayi Aaron. Ailee bilang ia ingin memeriksa popok Aaron lebih dulu sebelum mereka tidur. Setelah memastikan Aaron tidur dengan nyaman, Mike kembali mengangkat tubuh Ailee hingga istrinya itu kembali terpekik untuk kedua kalinya. “Kau bisa membangunkannya, Honey,” ucap Mike berbisik karena saat ini mereka masih berada di sebelah boks bayi. “Kau membuatku kaget dengan tindakanmu yang tiba-tiba itu,” protes Ailee dengan memukul d**a Mike pelan. Mereka berdua menatap ke dalam boks bayi dengan khawatir. Aaron sedikit bergerak-gerak, lalu tiba-tiba berguling ke sisi kanan. Membuat Ailee dan Mike menahan napas. Tapi beberapa saat kemudian ternyata bayi itu kembali tidur dengan tenang. Membuat kedua orangtuanya mengembuskan napas lega. “Kupikir dia akan menangis,” kata Ailee masih menatap bayi mereka yang kembali tidur dengan lelap itu. “Tidak, dia tahu Mommy dan Daddy tidak ingin diganggu malam ini,” balas Mike yang membuat Ailee menoleh padanya dengan bingung. “Maksudmu?” Mike tersenyum pada Ailee dengan binar nakal di matanya. Senyuman yang biasanya selalu muncul saat ia akan melakukan sesuatu yang ‘nakal’ pada istrinya itu. Ailee langsung mengerti dan seketika wajahnya bersemu merah. Melihat istrinya yang sudah mengerti dengan apa yang ia maksud, Mike melangkah menuju tempat tidur dan membaringkan tubuh Ailee secara perlahan. Dikecupnya Ailee mulai dari dahi, hidung, kedua pipi, hingga kemudian menyatukan bibir mereka dalam ciuman panjang. Desahan tertahan keluar dari tenggorokan Ailee. Tubuhnya mengeliat seiring dengan cumbuan yang diberikan Mike pada bibirnya. Menginginkan lebih karena ia mulai merasa terbakar akan gairah yang ditimbulkan jemari Mike yang sedang menyusuri payudaranya. Ailee menjalankan jemarinya untuk menyisir rambut lembut Mike dengan belaian yang membuat gairah Mike semakin tidak terbendung. Jemari itu pun bergerak turun dan membelai belakang lehernya dengan usapan sensual, membuat Mike menggeram pelan. Mike bergerak untuk menanggalkan pakaiannya tanpa melepaskan ciuman mereka. Setelah jubah tidur hingga atasan piyamanya berhasil dilepaskan dan dilempar sembarang arah, jemari Mike mulai meraih pakaian tidur Ailee. “Jangan kau robek lagi,” seru Ailee yang langsung melepaskan ciuman mereka dan menatap Mike penuh peringatan. “Aku akan membelikanmu yang baru,” bisik Mike lalu kembali memagut bibir Ailee dengan penuh gairah. Ailee kembali menjauhkan bibirnya sambil mendorong d**a Mike pelan. “Kali ini lakukanlah dengan lembut, please,” bujuknya dengan suara yang membuat Mike sulit untuk menolaknya. Mendesah, Mike kembali mencium istrinya. Digigitnya bibir bawah Ailee pelan, lalu menjauhkan wajah mereka. “Baiklah, aku akan melakukannya dengan lembut.” Perlahan, dilepaskannya pakaian Ailee satu per satu hingga akhirnya istrinya itu polos tanpa pakaian di bawah tubuhnya. Mike bergerak perlahan, menciumi setiap inci tubuh Ailee dimulai dari leher, pundak, lembah diantara kedua payudaranya, perut, dan terus ke bawah hingga ujung kaki. Ailee melenguh saat Mike kembali bergerak ke atas dan menyentuhnya di sana. Lidahnya menyusup dan membelai inti hasrat Ailee. Pinggang Ailee bergerak-gerak merasakan sensasi yang ditimbulkan bibir Mike yang merayapi tubuhnya. Menggigit, mengusap, dan menghisap. Mike menggoda lipatan basahnya, membungkamnya, lalu berganti dengan jemari yang memainkan intinya yang berdenyut. Ailee menjerit tertahan menyebut nama Mike dengan napas putus-putus saat gelombang kenikmatan menghantam dirinya. Tubuhnya bergetar meresapi kenikmatan yang mengalir ke sekujur tubuh. Mike bergerak naik untuk memandang wajah penuh kepuasan istrinya. Tidak ada yang lebih  menyenangkan selain menatap wajah Ailee yang mendapat kepuasan secara seksual darinya. Begitu cantik, menggoda, dan membuat darah di pembuluh darahnya mengalir lebih deras. Tapi ini belum selesai. Permainan baru saja dimulai. Saat gelombang terakhir meninggalkan tubuh Ailee yang akhirnya berhenti bergetar, Mike memosisikan dirinya dan mulai menyatukan tubuh mereka. Ailee merasa begitu penuh dan kembali terengah saat Mike memasukinya lalu mulai bergerak secara perlahan. Mereka berdua bergerak seirama, saling tatap dengan bola mata yang saling bertemu, menyampaikan apa yang masing-masing dari mereka rasakan dengan napas yang saling bersahutan. Jemari Ailee mengusap rahang Mike yang seperti dipahat saat suaminya itu mengerang. Mike merasakan Ailee melingkupinya dengan sensasi hangat yang memabukkan dan ia tidak tahan bila tidak mengeluarkan getaran yang dalam dan panjangan dari tenggorokannya. Ailee menarik wajah Mike dan kembali mencium bibir suaminya itu dengan penuh damba. Sambil menikmati belaian lidahnya, Ailee berusaha untuk tidak mendesah terlalu keras. Mike menciumnya dalam, kemudian melepaskan pagutan mereka. Sedikit merunduk Mike mengecup leher Ailee dan mulai menandai istrinya. Membuat desahan yang keluar dari bibir Ailee terdegar semakin keras. Ailee merasa dirinya terkatung-katung di pinggir jurang kenikmatan. Jemarinya yang lentik menarik rambut Mike saat suaminya itu menghunjamnya lebih dalam dan lebih cepat. Mata Ailee terpejam saat dirasakannya ia kembali terhempas dalam jurang kenikmatan, yang mana tak lama kemudian pun disusul oleh suaminya. Mereka berdua terengah. Berusaha kembali menormalkan napas. Mike kemudian berguling ke sisi kanan Ailee lalu meraih istrinya itu untuk berbaring di dadanya. “Honey, kau harus tahu ini masih permulaan. Aku akan kembali mengulangnya beberapa saat lagi,” bisiknya sambil mengusap punggung telanjang Ailee dengan jemarinya dalam gerakan naik turun. “Bersiaplah.” Ailee mengangguk dan tersenyum. Beberapa saat kemudian saat napas mereka telah kembali normal, Ailee bergerak lebih dulu dan duduk di atas tubuh Mike. “Kali ini biar aku yang pegang kendali,” ucapnya dengan mata berbinar. *** Bersambung...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN