Bab 25

1441 Kata

Selena menaruh cangkir kopinya di meja. Uap hangatnya masih mengepul ke udara. Sementara Theodore, masih di posisi yang sama—duduk menyamping di kursi, satu lengan bersandar di sandaran dan kaki bersilang santai, namun mata elangnya tetap awas mengamati setiap gerak-gerik Selena. "Aku lupa kapan terakhir aku punya tamu malam-malam begini," gumam Selena sembari merapikan selimut tipis di sandaran sofa. "Karena kau terlalu sibuk menjadi Kiara?" tanya Theodore ringan. Selena menoleh. "Mungkin. Atau karena aku terlalu lelah berpura-pura menjadi orang yang selalu punya kendali." "Hm. Sejujurnya, aku tidak menyangka kau akan mengakui itu." Selena terkekeh. "Kau pikir aku terlalu bangga untuk mengaku rapuh?" "Bukan begitu. Tapi... kau tampak seperti seseorang yang selalu punya rencana. Bahk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN