Bab 19

1156 Kata

Udara malam di apartemen Theodore Roosevelt terasa lebih dingin dari biasanya. Meskipun pengatur suhu ruangan telah disesuaikan, entah mengapa keheningan menyusup lebih pekat. Setelah kembali dari lokasi syuting, ia langsung mandi, mengganti pakaian dengan kaos hitam polos dan celana santai, lalu duduk di kursi panjang menghadap jendela. Pemandangan kota New York membentang luas di depannya, kelap-kelip lampu gedung terlihat seperti bintang-bintang di bumi. Namun bukan itu yang mengisi pikirannya. Tangannya memegang ponsel, terdiam selama beberapa saat di layar kontak. Nama Ashana Selena terpampang di bagian atas. Ia tidak pernah menyimpan nama itu dengan hiasan hati atau emoji seperti yang dilakukan orang-orang naif. Hanya nama, sebagaimana adanya. Tapi malam ini, entah dorongan dari ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN