DUA PULUH

1360 Kata

Kebahagiaan yang ternodai. Itulah kata yang tepat untuk mengambarkan keadaan kali ini. Belum ada 1x24 jam Septa tersenyum atas pernikahannya dengan Nandeka. Lalu sekarang Tuhan tukar kebahagiaannya dengan kesedihan yang tak terkira. Baru kali ini Septa percaya bahwa Tuhan Maha membolak-balikan keadaan. Grace pergi di saat Septa sedang merayakan hari bahagianya. Anak yang seharusnya ada di sebelah Grace di saat-saat terakhir malah tidak ada. Bagaimana bisa Septa berpesta di tengah kesakitan ibunya? Bagaimana bisa ia membiarkan ibunya sendiri di saat malaikat maut datang menjemput? Anak macam apa Septa-Septa ini??? Septa terus menyalahkan diri sendiri, menangis tanpa henti, bahkan sampai sadarkan diri. Dan sejauh ini terhitung tiga kali ia pingsan. Pertama saat di rumah sakit, kedua saat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN